Plt Bupati Cilacap Dorong Penggunaan Batako FABA Buatan Napi Nusakambangan untuk Proyek Daerah

- Minggu, 21 Juni 2026 | 16:20 WIB
Plt Bupati Cilacap Dorong Penggunaan Batako FABA Buatan Napi Nusakambangan untuk Proyek Daerah

Pelaksana Tugas Bupati Cilacap, Ammy Amalia Fatma, menyatakan ketertarikannya untuk menggunakan batako berbahan dasar fly ash bottom ash (FABA) buatan narapidana di Pulau Nusakambangan sebagai salah satu material dalam proyek pembangunan daerah. Menurut perhitungan awal, produk tersebut dinilai lebih ekonomis namun memiliki kekuatan yang lebih unggul dibandingkan material konvensional.

“FABA itu hasil dari limbah batu bara yang dipadatkan menjadi paving, kekuatannya lebih kuat daripada bata merah dan batako biasa. Kualitasnya jauh lebih bagus,” ujar Ammy saat mendampingi Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto, dalam kunjungan kerja di Pulau Nusakambangan, Sabtu (20/6/2026). Ia menambahkan bahwa produk tersebut bahkan telah dipasarkan untuk pembangunan di kawasan Pantai Indah Kapuk.

Dari segi harga, Ammy menjelaskan bahwa workshop batako dan paving block FABA di Nusakambangan mampu bersaing di pasar. Keunggulan ini diperoleh karena tenaga kerja yang digunakan adalah para narapidana yang tengah dibekali keterampilan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. Dengan demikian, biaya sumber daya manusia tidak sebesar pabrik batako pada umumnya.

“Misalkan produksi FABA, dia bisa jual lebih murah dibandingkan pabrikan batako biasa. Karena pabrik lain membayar upah pekerja, kalau di sini tidak banyak biaya karena yang dipekerjakan semua warga binaan. Nah, kelebihannya di situ,” jelas Ammy.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Cilacap saat ini tengah menyusun ulang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Proses penetapan hasil penyusunan dijadwalkan pada 2027, sedangkan eksekusi atas penetapan tata ruang akan dilakukan pada 2028. Ammy menargetkan agar kawasan perkotaan Cilacap tidak lagi memiliki lahan sawah pada tahun tersebut.

“Kita kebetulan tahun 2026 ini pas, kita harus mereview kembali tata ruang wilayah, dan penetapannya di 2027. Target saya di 2028 itu di wilayah perkotaan Cilacap sudah tidak ada sawah lagi,” terangnya.

“Nah, ini mungkin kita tata ulang, supaya di perkotaan itu menjadi pusat komersial dan pusat industri, beserta pemukiman. Tentu pasti akan sangat membutuhkan FABA itu tadi,” pungkas dia.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar