PLN Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir di Jawa Akibat Gangguan Pasokan Batu Bara dan Kerusakan Dua Pembangkit Swasta

- Sabtu, 20 Juni 2026 | 16:40 WIB
PLN Minta Maaf atas Pemadaman Bergilir di Jawa Akibat Gangguan Pasokan Batu Bara dan Kerusakan Dua Pembangkit Swasta

PT PLN (Persero) secara resmi menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir. Permintaan maaf ini disampaikan langsung oleh Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, yang mengungkapkan bahwa insiden tersebut dipicu oleh gangguan pasokan batu bara berkalori menengah atau yang dikenal sebagai medium rank coal. Jenis batu bara dengan spesifikasi khusus ini, menurut penjelasannya, sangat dibutuhkan oleh sejumlah pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) untuk dapat beroperasi secara optimal.

Darmawan memaparkan bahwa keputusan untuk menerapkan pemadaman bergilir tidak dapat dihindari setelah perusahaan menghadapi tambahan gangguan teknis pada dua pembangkit besar milik produsen listrik swasta atau Independent Power Producer (IPP). Kombinasi antara kendala pasokan bahan bakar dan kegagalan operasional pada pembangkit mitra ini menyebabkan sistem kelistrikan di Pulau Jawa kehilangan daya pasokan secara signifikan.

“Pertama-tama, kami atas nama PT PLN (Persero) ingin mohon maaf yang sebesar-besarnya karena Pulau Jawa mengalami pemadaman bergilir. Kami memahami kesulitan yang dihadapi oleh masyarakat dengan adanya peristiwa ini,” ujar Darmawan dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (19/6).

Menurut dia, langkah penanganan segera dilakukan setelah perusahaan mendapatkan dukungan penuh dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dukungan tersebut, khususnya dari Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan, serta Direktorat Jenderal Mineral dan Batu Bara (Minerba), difokuskan untuk mempercepat penyediaan batu bara kalori menengah bagi seluruh pembangkit yang membutuhkan.

PLN pun mempercepat proses penandatanganan kontrak dengan para pemasok batu bara yang telah memperoleh penugasan resmi dari pemerintah. Langkah strategis ini diambil agar pasokan bahan bakar untuk pembangkit dapat segera tersedia dan keandalan sistem kelistrikan nasional dapat kembali terjaga. Darmawan menegaskan bahwa proses penyaluran medium rank coal saat ini sudah mulai mengalir ke berbagai PLTU di seantero Pulau Jawa, baik yang dimiliki oleh PLN maupun oleh mitra swasta.

“Saat ini proses penyaluran medium rank coal mulai mengalir pada PLTU di seantero Pulau Jawa, baik PLTU milik PLN maupun PLTU milik mitra kami,” katanya.

Ia merinci sejumlah pembangkit yang telah mulai menerima pasokan tersebut. Di wilayah Jawa bagian barat, pasokan telah disalurkan ke PLTU Pelabuhan Ratu, Lontar, Labuan, Suralaya unit 1 hingga 8, Jawa 7, Jawa 9 dan 10, serta Indramayu. Sementara itu, di Jawa bagian timur, pasokan telah tiba di PLTU Paiton 1 dan 2, Paiton 9, Rembang, Pacitan, dan Tanjung Awar-awar.

Di sisi lain, persoalan tidak hanya berhenti pada kendala pasokan batu bara. PLN juga menghadapi tantangan teknis pada dua pembangkit besar milik IPP yang terpaksa keluar dari sistem kelistrikan Jawa. Kondisi ini semakin memperberat beban sistem yang sudah dalam tekanan akibat kekurangan bahan bakar.

“Dalam kondisi seperti ini, kami juga menghadapi kendala teknis di dua pembangkit besar di Pulau Jawa yang dimiliki dan dioperasikan oleh mitra kami. Ada dua pembangkit IPP yang mengalami gangguan teknis dan terpaksa keluar dari sistem kelistrikan di Pulau Jawa,” pungkasnya.

Untuk mempercepat proses pemulihan, PLN telah mengerahkan tim teknis untuk bekerja sama dengan operator pembangkit terkait. Upaya perbaikan difokuskan agar kedua PLTU tersebut dapat segera kembali beroperasi dan memasok listrik ke jaringan Jawa, sehingga pasokan listrik bagi masyarakat dapat kembali normal dalam waktu dekat.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar