Kronologi Lengkap Kematian Peserta Half Marathon JAKIM 2026 Akibat Heat Stroke

- Rabu, 17 Juni 2026 | 22:30 WIB
Kronologi Lengkap Kematian Peserta Half Marathon JAKIM 2026 Akibat Heat Stroke

Medical Director BTN Jakarta International Marathon (JAKIM) 2026, dr Andhika Raspati, mengungkapkan kronologi lengkap meninggalnya peserta kategori half marathon, Agus Putranadi, yang terjadi saat ajang lari pada Minggu, 14 Juni 2026 lalu. Menurut penjelasannya, Agus mengalami pingsan atau collapse tepat di dekat tenda medis sentral yang berada di samping garis finis, sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.

Lokasi korban yang berada sangat dekat dengan fasilitas medis membuat tim evakuasi bergerak cepat. Andhika menjelaskan bahwa proses evakuasi dari lokasi pingsan menuju tenda medis hanya memakan waktu sekitar dua hingga tiga menit karena masih berada di area stadion. Setibanya di tenda medis, korban langsung ditangani di tenda merah, yaitu area khusus penanganan pasien gawat darurat yang dilengkapi dokter spesialis anestesi, monitor pasien, serta peralatan setara mini intensive care unit (ICU).

"Begitu korban collapse, tim langsung mengevakuasi ke dalam tenda medis sentral," ujar Andhika saat dihubungi melalui sambungan telepon, Rabu, 17 Juni 2026.

Meskipun proses evakuasi tergolong cepat, Andhika mengakui sempat terjadi jeda sebelum penanganan dimulai. Hal itu disebabkan tim medis saat itu tengah menangani peserta lain yang juga mengalami kondisi darurat. Setelah korban berada di tenda medis dan menjalani pemeriksaan awal, tim dokter menduga Agus mengalami heat stroke atau sengatan panas.

Penanganan pertama yang dilakukan adalah menurunkan suhu tubuh korban menggunakan air es. "Saat itu case-nya mengarah pada heat stroke. Yang pertama kami lakukan adalah mendinginkan menggunakan air es. Alhamdulillah waktu itu suhunya bisa turun," kata Andhika.

Namun, meskipun suhu tubuh berhasil diturunkan, kondisi Agus tidak kunjung membaik. Kesadarannya tidak kunjung pulih sehingga dokter spesialis anestesi memutuskan untuk merujuk korban ke Rumah Sakit Siloam. Sebelum diberangkatkan, korban telah dipasang infus, diberikan oksigen, dan dipastikan dalam kondisi layak untuk ditransportasikan.

Setibanya di rumah sakit, Agus mengalami henti jantung dan beberapa kali menjalani resusitasi jantung paru (RJP). Jantungnya sempat kembali berdetak, tetapi kemudian kembali berhenti. "Sejak sekitar pukul 09.00 hingga pukul 16.48, korban akhirnya dinyatakan tidak dapat diselamatkan," ucap Andhika.

Ia menegaskan bahwa penyebab awal korban pingsan bukanlah henti jantung, melainkan diduga akibat heat stroke. Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi yang sempat beredar di masyarakat mengenai penyebab utama kematian peserta lari tersebut.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar