Mendag Budi Santoso: Indonesia Tak Perlu Impor Pangan Jika Stok Domestik Surplus

- Kamis, 04 Juni 2026 | 17:35 WIB
Mendag Budi Santoso: Indonesia Tak Perlu Impor Pangan Jika Stok Domestik Surplus

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu mengimpor bahan pangan apabila stok dalam negeri berada dalam kondisi surplus. Pernyataan itu disampaikan sebagai respons atas keputusan Presiden Prabowo Subianto yang membuka kembali keran impor susu dan daging sapi asal Prancis.

Meski demikian, Budi menilai bahwa tawaran penjualan komoditas dari negara lain merupakan hal yang wajar dalam hubungan perdagangan internasional. “Pada prinsipnya, kalau kita surplus, ya kita tidak impor. Jadi yang namanya orang jualan, setiap negara juga punya produk yang ditawarkan ke negara lain,” ujarnya di Kantor Kementerian Perdagangan, Kamis (4/6/2026).

Pemerintah tetap membuka peluang impor pangan sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan pangan nasional. Menurut Budi, kebijakan impor hanya dilakukan sesuai kebutuhan dan tidak akan diambil jika pasokan domestik dinilai mencukupi. “Kalau misalnya kita surplus, kita masukkan strategi sehingga cukup, tidak perlu impor,” katanya.

Sementara itu, dalam pertemuan bilateral antara Indonesia dan Prancis pekan lalu, Presiden Emmanuel Macron menyambut baik keputusan Indonesia membuka pasar bagi produk susu dan daging sapi dari negaranya. Macron menilai langkah itu sejalan dengan upaya Indonesia memperkuat kedaulatan pangan dan meningkatkan kualitas konsumsi masyarakat.

“Saya ingin mengatakan kepada Anda, Presiden Prabowo, betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor susu dan daging sapi kami, yang juga mendukung strategi kedaulatan pangan Anda, ambisi Anda untuk meningkatkan kualitas pangan rakyat Indonesia,” ujar Macron dalam pernyataan yang dikutip dari kanal YouTube Sekretariat Presiden, Jumat (29/5/2026).

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar