Poltracking: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Kebijakan Paling Dirasakan Manfaatnya oleh Publik

- Kamis, 04 Juni 2026 | 16:45 WIB
Poltracking: Program Makan Bergizi Gratis Jadi Kebijakan Paling Dirasakan Manfaatnya oleh Publik

Lembaga survei Poltracking Indonesia merilis temuan terbaru yang menunjukkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi kebijakan prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka yang paling dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Dalam survei yang digelar pada 11 hingga 17 Mei 2026 tersebut, sebanyak 27,6 persen responden menempatkan program MBG di posisi teratas dibandingkan program prioritas lainnya.

Survei ini melibatkan 1.220 responden yang merupakan warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara tatap muka dengan metode multistage random sampling. Tingkat kepercayaan survei mencapai 95 persen dengan margin of error kurang lebih 2,9 persen.

Peneliti Utama Poltracking Indonesia, Masduri Amrawi, memaparkan bahwa selain dinilai paling bermanfaat, program MBG juga dianggap sebagai kebijakan yang paling tepat sasaran. Menurutnya, angka 27,6 persen tersebut menunjukkan bahwa program ini memiliki dampak langsung yang signifikan bagi publik.

“Ini adalah program prioritas paling bermanfaat. Jadi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang paling populer ini tetap dianggap sebagai program yang paling dirasakan secara langsung oleh publik di 27,6 persen, kemudian Kartu Indonesia Sehat di 11,2 persen, Kartu Indonesia Pintar di 10,1 persen, lalu ada layanan kesehatan gratis 8,5 persen,” ujar Masduri dalam tayangan resmi YouTube Poltracking, Kamis (4/6/2026).

Di sisi lain, ketika responden diminta menilai ketepatan sasaran program, MBG kembali unggul dengan angka 24,5 persen. Posisi berikutnya ditempati Kartu Indonesia Sehat sebesar 12 persen, Kartu Indonesia Pintar 10,7 persen, dan layanan kesehatan gratis 10,6 persen.

Tingkat popularitas program MBG terbilang sangat tinggi. Survei mencatat bahwa 92,1 persen publik mengetahui keberadaan program ini. Namun, angka kepuasan terhadap program tersebut tidak sebanding dengan tingkat popularitasnya. Hanya 55,6 persen responden yang menyatakan puas dengan pelaksanaan MBG.

“Nah ini catatannya saya kira, jadi antara popularitas dengan tingkat kepuasan itu rentangnya sangat jauh. Dari 92,1 persen yang puas hanya 55,6 persen,” kata Masduri.

Meski demikian, mayoritas responden masih mendukung keberlanjutan program ini. Sebanyak 51,9 persen responden menyatakan bahwa MBG perlu dilanjutkan, sementara 35,3 persen lainnya berpendapat sebaliknya. Adapun 12,8 persen responden menjawab tidak tahu atau tidak memberikan jawaban.

“Lalu kita dalami apakah tetap perlu dilanjutkan? 51,9 persen yang merasa program MBG itu penting untuk dilanjutkan, sementara yang minta untuk tidak dilanjutkan ada 35,3 persen,” ujar Masduri.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar