Konsumsi Rutin Kacang dan Kedelai Terbukti Turunkan Risiko Hipertensi hingga 30 Persen

- Jumat, 29 Mei 2026 | 11:15 WIB
Konsumsi Rutin Kacang dan Kedelai Terbukti Turunkan Risiko Hipertensi hingga 30 Persen

Konsumsi rutin kacang-kacangan dan produk kedelai seperti tahu, edamame, serta susu kedelai terbukti mampu menurunkan risiko hipertensi hingga 30 persen. Temuan ini berasal dari analisis terhadap 12 studi observasional jangka panjang yang dipublikasikan di jurnal akses terbuka BMJ Nutrition Prevention & Health, yang mencakup data dari Amerika Serikat, Eropa, dan Asia.

Para peneliti mengumpulkan dan menelaah sepuluh makalah ilmiah yang diterbitkan hingga Juni 2025. Dari total studi yang dianalisis, lima di antaranya berasal dari Amerika Serikat, lima dari negara-negara Asia seperti China, Iran, Korea Selatan, dan Jepang, serta dua studi lainnya dari Eropa, tepatnya Prancis dan Inggris. Setelah data terkumpul, ditemukan bahwa kelompok yang mengonsumsi kacang-kacangan dalam jumlah tertinggi memiliki kemungkinan 16 persen lebih rendah untuk terkena hipertensi dibandingkan kelompok dengan konsumsi terendah. Sementara itu, untuk makanan berbasis kedelai, penurunan risikonya mencapai 19 persen.

Lebih lanjut, para peneliti mengamati bagaimana perubahan risiko berkaitan erat dengan jumlah konsumsi harian. Untuk kacang-kacangan, pengurangan risiko meningkat secara bertahap hingga sekitar 170 gram per hari, yang pada akhirnya menekan risiko hingga sekitar 30 persen. Di sisi lain, manfaat paling signifikan dari makanan kedelai muncul pada kisaran konsumsi 60 hingga 80 gram per hari, yang mampu menurunkan risiko sekitar 28 hingga 29 persen. Namun, konsumsi kedelai di atas jumlah tersebut tampaknya tidak memberikan tambahan manfaat yang berarti.

Para peneliti mencatat bahwa studi terbaru menunjukkan serat larut dari kacang-kacangan dan kedelai dapat difermentasi di usus untuk menghasilkan asam lemak rantai pendek. Senyawa ini diketahui dapat membantu pembuluh darah rileks dan melebar, sehingga berkontribusi pada penurunan tekanan darah. Selain itu, makanan berbahan kedelai juga mengandung isoflavon, senyawa tumbuhan yang turut berperan dalam menurunkan tekanan darah.

Profesor Sumantra Ray, kepala ilmuwan dan direktur eksekutif NNEdPro Global Institute for Food, Nutrition and Health yang juga merupakan salah satu pemilik jurnal BMJ Nutrition Prevention & Health, menegaskan bahwa temuan ini memberikan dukungan penting bagi penelitian tentang diet berbasis tumbuhan dan kesehatan kardiovaskular.

“Penelitian ini memperkuat dasar bukti untuk manfaat kardioprotektif dari diet berbasis tumbuhan. Para penulis telah secara signifikan menambah argumen untuk menggunakan kacang-kacangan dan kedelai sebagai strategi diet utama untuk mengurangi beban hipertensi global,” ujarnya.

Namun, ia juga mengingatkan bahwa faktor-faktor yang tidak terukur masih dapat memengaruhi hasil penelitian. Ray mencatat bahwa manfaat kedelai yang mencapai titik jenuh di atas 60 hingga 80 gram per hari memerlukan penelitian lebih lanjut.

“Kita tidak bisa sepenuhnya mengesampingkan pengaruh faktor-faktor berpengaruh yang tidak terukur. Dan terhentinya manfaat kedelai pada dosis 60-80 gram per hari memerlukan penyelidikan lebih lanjut, karena masih belum jelas apakah ini mencerminkan batasan biologis yang sebenarnya atau merupakan hasil sampingan dari jumlah studi yang lebih sedikit yang tersedia untuk dianalisis,” kata Ray.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar