Hizbullah Klaim 37 Serangan ke Posisi Israel dalam 24 Jam, Langgar Gencatan Senjata

- Jumat, 29 Mei 2026 | 07:45 WIB
Hizbullah Klaim 37 Serangan ke Posisi Israel dalam 24 Jam, Langgar Gencatan Senjata

Kelompok Hizbullah mengumumkan telah melancarkan 37 serangan terhadap pasukan dan posisi militer Israel di Lebanon selatan dan Israel utara dalam kurun waktu 24 jam terakhir. Operasi tersebut dinyatakan sebagai bentuk pertahanan terhadap Lebanon sekaligus respons atas dugaan pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan oleh Israel.

Serangan yang dilancarkan melibatkan drone bermuatan bahan peledak, tembakan roket, dan rudal anti-tank. Sasaran utama operasi ini mencakup konsentrasi pasukan, kendaraan militer, serta berbagai fasilitas pertahanan Israel. Hizbullah mengklaim berhasil menargetkan peluncur sistem pertahanan udara Iron Dome di situs militer Jal al-Allam yang terletak di Israel utara. Kelompok itu juga menyebut sejumlah tank Merkava dan kendaraan teknis militer Israel terkena serangan drone peledak.

Selain serangan udara, pejuang Hizbullah dilaporkan terlibat baku tembak jarak dekat dengan pasukan Israel di wilayah Zawtar al-Sharqiya. Menurut keterangan Hizbullah, bentrokan tersebut memaksa pasukan Israel mundur sebelum militer Israel melancarkan bombardir balasan berskala besar di wilayah itu. Dalam perkembangan terpisah, Hizbullah juga mengklaim drone mereka berhasil menyerang tentara Israel di kamp Hutan Galilea di Israel utara serta menghantam tenda yang digunakan pasukan Israel di Naqoura.

Sementara itu, eskalasi konflik yang berlangsung sejak 2 Maret lalu telah menimbulkan dampak kemanusiaan yang parah. Berdasarkan data resmi, lebih dari 3.200 orang tewas dan sedikitnya 9.600 lainnya mengalami luka-luka di Lebanon. Konflik tersebut juga memaksa lebih dari 1,6 juta warga meninggalkan rumah mereka dan mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Di sisi lain, militer Israel dilaporkan terus melanjutkan serangan harian meskipun gencatan senjata yang dimediasi Amerika Serikat telah berlaku sejak 17 April. Kesepakatan tersebut telah diperpanjang hingga awal Juli mendatang, namun pelanggaran di lapangan masih terus terjadi dari kedua belah pihak.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Tags