Dugaan kurangnya konsentrasi pengemudi menjadi pemicu utama kecelakaan yang melibatkan Anggota Komisi X DPR RI, Muhammad Hilman Mufidi atau Gus Hilman, di ruas Tol Pasuruan–Probolinggo. Peristiwa nahas itu terjadi saat rombongan dalam perjalanan menuju agenda sosialisasi di Pasuruan.
Kepala Unit Penegakan Hukum Satlantas Polres Probolinggo Kota, Muhammad Taufik Rahadian, mengungkapkan bahwa kesimpulan awal tersebut diperoleh setelah pihaknya melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). “Kami sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Diduga pengemudi Innova kurang konsentrasi (mengantuk) terhadap kendaraan yang ada di depannya,” kata Taufik, Minggu (24/5/2026).
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, mobil Toyota Innova yang dikemudikan Mahrus Ali membawa tiga penumpang, yakni Gus Hilman serta dua staf pendampingnya. Kendaraan melaju dari arah Probolinggo menuju Pasuruan sebelum akhirnya menabrak bagian belakang dump truk yang berada di lajur kiri.
“Sopir Innova saat mengemudi kurang konsentrasi atau mengantuk sehingga mobilnya melaju tidak terkendali hingga menabrak bak belakang sebelah kanan dump truk yang berjalan di lajur kiri dan berada di depannya,” tuturnya.
Sementara itu, kondisi Gus Hilman dilaporkan terus membaik setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Dr Soetomo Surabaya. Ketua Fraksi PKB DPR RI, Jazilul Fawaid atau Gus Jazil yang juga ayah Gus Hilman menyebut putranya telah melewati fase kritis pascaoperasi. “Saat ini Hilman sudah melewati masa kritis setelah operasi patah kaki kirinya dan jahitan di bawah bibirnya,” kata Gus Jazil.
Ia menambahkan hasil pemeriksaan CT Scan, thorax, serta sejumlah pemeriksaan medis lainnya menunjukkan kondisi yang baik. “Terimakasih untuk para dokter dan perawat yang sigap melakukan tindakan medis. Dan kepada semua yang memberikan doa dan perhatian untuk kesembuhan Hilman,” ujarnya.
Gus Jazil menjelaskan rombongan sebelumnya baru menyelesaikan seminar di Universitas Nurul Jadid Paiton dan hendak menuju agenda sosialisasi Empat Pilar di Kejayan, Pasuruan. Namun dalam perjalanan di Tol Pasuruan–Probolinggo KM 834, kendaraan yang ditumpangi mengalami kecelakaan.
Insiden tersebut mengakibatkan dua staf pendamping Gus Hilman meninggal dunia, yakni Alex Anwaruh dan Adinda Najwa. “Kita turut berduka dua staf yang meninggal dunia,” kata Gus Jazil. Hingga kini, polisi menyatakan belum menetapkan tersangka karena penyelidikan masih terus berlangsung.
Artikel Terkait
Allano Lima Beri Sinyal Tinggalkan Persija, Persebaya Jadi Tujuan Potensial
80 Persen Wilayah Terdampak Banjir di Sumatera Barat Pulih, Tito Karnavian Soroti Tiga Daerah yang Masih Butuh Atensi
Prabowo Siapkan 400 Calon Pemimpin BUMN Lewat Program Pendidikan Intensif Sembilan Bulan
DPR Soroti Variasi Menu dan Kesejahteraan Petugas Jelang Puncak Haji di Armuzna