Penumpang Wanita Menangis saat Pemeriksaan Bea Cukai di Bandara Soetta, Petugas Ungkap Alasan Kartu Pokémon di Koper Jadi Sorotan

- Senin, 18 Mei 2026 | 07:11 WIB
Penumpang Wanita Menangis saat Pemeriksaan Bea Cukai di Bandara Soetta, Petugas Ungkap Alasan Kartu Pokémon di Koper Jadi Sorotan

Seorang penumpang wanita berinisial JES menjadi sorotan publik setelah videonya menangis saat menjalani pemeriksaan petugas Bea Cukai di Bandara Soekarno-Hatta viral di media sosial. Peristiwa itu dipicu oleh kedatangan JES dari China dengan membawa sejumlah kartu Pokémon di dalam kopernya.

Dari unggahan yang beredar, JES mengeluhkan lamanya proses pemeriksaan terhadap barang bawaannya. Ia merasa diperlakukan tidak wajar oleh petugas yang memeriksa kopernya secara mendetail.

Menanggapi kegaduhan itu, Bea Cukai memberikan penjelasan resmi mengenai kronologi kejadian. Pemeriksaan, menurut pihak Bea Cukai, dilakukan setelah petugas mencurigai hasil citra sinar-X yang menunjukkan adanya kartu Pokémon dalam jumlah besar di dalam koper penumpang tersebut.

Dalam keterangannya, Bea Cukai merinci alasan di balik pemeriksaan mendalam itu hingga hasil akhir verifikasi terhadap barang bawaan JES. Pemeriksaan tersebut, menurut penjelasan resmi, mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34 Tahun 2025 tentang Ketentuan Ekspor dan Impor Barang yang Dibawa oleh Penumpang dan Awak Sarana Pengangkut.

“Setiap barang impor yang dibawa oleh penumpang wajib diberitahukan kepada petugas Bea dan Cukai untuk dilakukan pemenuhan kewajiban pabean,” tulis Bea Cukai dalam pernyataannya.

Pemeriksaan terhadap JES dilakukan pada Rabu, 13 Mei 2026, sesaat setelah ia tiba dari luar negeri melalui Bandara Soekarno-Hatta. Petugas mendeteksi kejanggalan pada hasil pemindaian sinar-X yang menunjukkan adanya tumpukan kartu Pokémon di dalam koper miliknya.

“Pada Rabu, 13 Mei 2026, petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta melakukan pemeriksaan atas bagasi penumpang atas inisial nama JES yang tiba dari luar negeri,” jelas Bea Cukai.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar