Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sebut Simbol Perjuangan Kaum Buruh

- Sabtu, 16 Mei 2026 | 10:35 WIB
Prabowo Resmikan Museum Marsinah di Nganjuk, Sebut Simbol Perjuangan Kaum Buruh

Presiden RI Prabowo Subianto meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Dalam sambutannya, Prabowo menegaskan bahwa peresmian itu bukanlah sekadar acara seremonial, melainkan sebuah simbol tonggak perjuangan kaum buruh.

"Saya kira museum ini didirikan sebagai lambang, sebagai simbol dan sebagai tonggak peringatan untuk memperingati keberanian seorang pejuang, seorang pejuang muda, seorang pejuang perempuan yang berjuang untuk hak-hak kaum buruh," ujar Prabowo.

Menurut kepala negara, esensi perjuangan Marsinah tidak terbatas pada isu perburuhan semata. Lebih dari itu, Marsinah merupakan representasi dari kelompok-kelompok yang termarjinalkan. "Perjuangan tersebut adalah lambang dari perjuangan semua mereka-mereka yang berada di pihak yang lemah, orang-orang miskin, orang-orang yang tidak punya kekuasaan dan kekuatan," imbuhnya.

Peresmian museum ini, lanjut Prabowo, juga menjadi pengingat bagi generasi muda bahwa proses mendirikan sebuah bangsa dan negara memerlukan usaha yang panjang. Ia mengingatkan bahwa merawat dan membangun fondasi bernegara merupakan dialektika yang penuh tantangan, sering kali diwarnai benturan berbagai falsafah kekuasaan di masa lalu.

"Sesungguhnya, peristiwa Marsinah yang dibunuh secara keji karena memperjuangkan kaum buruh pabrik suatu perusahaan, sesungguhnya sama sekali tidak perlu terjadi," tuturnya.

Di sisi lain, Prabowo menyebut berdirinya Museum Marsinah sebagai sebuah momen langka. Menurutnya, museum yang didedikasikan untuk mengenang perjuangan buruh ini mungkin menjadi satu-satunya di dunia. "Saya kira, mungkin peristiwa yang langka. Mungkin di seluruh dunia, luar biasa. Jadi rupanya, mungkin di seluruh dunia baru sekarang ada museum buruh. Tapi tolong dicek, ya. Mungkin pasti ada, tapi kita ini peristiwa langka," pungkasnya.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini