Menteri ESDM Pastikan Stok BBM, LPG, dan Minyak Mentah Aman di Atas Standar Nasional

- Rabu, 13 Mei 2026 | 07:31 WIB
Menteri ESDM Pastikan Stok BBM, LPG, dan Minyak Mentah Aman di Atas Standar Nasional

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan bahwa cadangan energi nasional, mencakup bahan bakar minyak (BBM), LPG, hingga minyak mentah, masih berada di atas ambang batas minimum yang ditetapkan negara. Pernyataan itu disampaikan Bahlil setelah melaporkan secara langsung kondisi ketahanan energi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Selasa, 12 Mei 2026.

“Tadi saya melaporkan kepada Presiden, kesiapan BBM kita sampai dengan hari ini maupun LPG maupun crude semuanya di atas standar minimum nasional. Jadi insyaallah tidak ada masalah,” ujar Bahlil. Pernyataan tersebut menjadi sinyal positif di tengah meningkatnya kebutuhan energi masyarakat dan sektor industri. Pemerintah pun menegaskan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir terhadap potensi gangguan distribusi atau kelangkaan energi dalam waktu dekat.

Selain memastikan ketersediaan energi, pemerintah juga terus memantau stabilitas sektor energi nasional agar aktivitas ekonomi dapat berjalan secara optimal. Sementara itu, dalam pertemuan yang sama, Bahlil turut melaporkan perkembangan penataan izin usaha pertambangan (IUP), khususnya yang berada di kawasan hutan dan perusahaan yang tidak menjalankan aktivitas tambang meskipun telah mengantongi izin lengkap.

Menurut Bahlil, Presiden Prabowo meminta agar seluruh IUP yang tidak dimanfaatkan sebagaimana mestinya segera dievaluasi. “Kami melaporkan penataan terhadap izin tambang, khususnya di kawasan hutan dan beberapa IUP yang selama ini tidak difungsikan sebagaimana mestinya. Artinya, sudah ada IUP dan izin lengkap tetapi tidak pernah dijalankan,” jelasnya.

Langkah evaluasi terhadap IUP mangkrak dinilai sebagai bagian dari upaya pemerintah membenahi tata kelola sektor pertambangan nasional agar lebih efektif, transparan, dan berpihak pada kepentingan negara. Pemerintah juga ingin memastikan bahwa setiap izin tambang benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan kerja, serta meningkatkan pendapatan negara. Di sisi lain, penataan sektor pertambangan di kawasan hutan dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara aktivitas ekonomi dan perlindungan lingkungan.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar