Hakim Danish Akui Kurang Percaya Diri di Lintasan Basah, Gagal Saingi Veda Ega di Moto3 Prancis

- Selasa, 12 Mei 2026 | 06:30 WIB
Hakim Danish Akui Kurang Percaya Diri di Lintasan Basah, Gagal Saingi Veda Ega di Moto3 Prancis

Pembalap Malaysia, Hakim Danish, mengakui kurang percaya diri saat bertarung di lintasan basah Sirkuit Bugatti, Le Mans, Prancis, pada Maret lalu, sehingga ia gagal menyaingi kecepatan Veda Ega Pratama di ajang Moto3 Prancis 2026. Meskipun memulai balapan dengan cukup baik dan sempat menempati posisi keenam, pembalap berusia 18 tahun asal Trengganu itu akhirnya harus puas finis di urutan ke-10.

Dalam pernyataannya, Danish mengungkapkan bahwa kondisi lintasan basah menjadi kendala utama yang menghambat performanya. “Saya memulai balapan dengan baik dan berusaha tetap bersama grup terdepan. Namun, hal itu cukup sulit karena saya tidak merasa sepenuhnya percaya diri saat mengendarai motor di lintasan basah,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan bahwa setelan motor yang digunakan tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi basah, sehingga menyulitkannya untuk tampil maksimal. “Saya berusaha mempertahankan kecepatan dan posisi saya karena jika saya memaksakan diri terlalu keras, risiko terjatuh dalam balapan ini sangat tinggi,” bebernya.

Sementara itu, timnya tidak memiliki sesi latihan atau data dalam kondisi basah sebelum balapan, yang menjadi tantangan tersendiri. “Secara keseluruhan, saya sangat percaya diri sepanjang akhir pekan setiap kali lintasan kering karena setelan motor bekerja dengan sangat baik. Namun untuk balapan ini, kami tidak memiliki sesi latihan atau data dalam kondisi basah sebelum langsung terjun ke balapan dalam situasi tersebut,” jelasnya.

Meskipun menghadapi kesulitan, Danish bertekad mengambil sisi positif dari pengalaman ini. “Saya akan mengambil semua hal positif dari akhir pekan ini dan terus bekerja keras dalam persiapan untuk balapan berikutnya di Catalunya,” pungkasnya.

Di sisi lain, mentor Hakim Danish, legenda balap Malaysia Zulfahmi Khairuddin, mengakui bahwa penampilan anak didiknya kurang optimal di lintasan basah meskipun impresif saat lintasan kering. “Pekan ini berjalan positif bagi Hakim Danish di Le Mans. Dalam sesi latihan dan kualifikasi, kami berhasil menunjukkan performa yang baik dan Hakim berada di grup yang kompetitif,” katanya.

Namun, Zulfahmi menegaskan bahwa saat balapan di tengah hujan, Danish kehilangan feeling yang baik. “Sebagai pembalap, saat balapan di tengah hujan dan tidak memiliki kepercayaan diri atau feeling yang baik terhadap motor, sulit untuk balapan dengan performa 100 persen. Jadi target kami hari ini ketika feeling tidak begitu baik adalah untuk tetap kuat dan Hakim berhasil menyelesaikan balapan, sementara kami melihat banyak pembalap lain terjatuh,” jelasnya.

Zulfahmi juga menyampaikan rasa syukurnya karena Danish berhasil menyelesaikan balapan dan membawa pulang enam poin. “Saya yakin jika kami dapat menghasilkan setup yang lebih baik selama balapan, Hakim akan mampu mendapatkan hasil yang lebih baik. Namun, kami juga tidak dapat memprediksi apa yang akan terjadi karena hampir setengah dari pembalap terjatuh hari ini. Bagaimanapun, posisi ke-10 bukanlah hasil yang buruk dan saya berharap di masa depan Hakim akan mampu tetap kompetitif baik dalam kondisi hujan maupun kering,” pungkasnya.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar