Pemerintah Indonesia berencana membangun kawasan ekonomi khusus (KEK) baru di Sumatra yang akan difungsikan sebagai pusat penyimpanan energi berskala besar, sebuah proyek yang akan dikerjakan bersama dengan Rusia. Rencana ini diumumkan langsung oleh Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, di sela-sela kesibukannya di kantor kementerian pada Senin (11/5/2026).
Bahlil menjelaskan bahwa saat ini proses studi kelayakan atau feasibility study (FS) untuk proyek tersebut tengah berjalan. “Kita kan sedang menyusun Feasibility Study, lagi berjalan. Kita berencana akan bangun kawasan itu (gudang penyimpanan minyak) di Sumatra, kita akan bikin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK),” ujarnya.
Tak hanya berfokus pada pembangunan fisik, Menteri Bahlil juga mengajukan gagasan agar Indonesia dapat menjadi hub penyimpanan energi bagi negara-negara di Asia Tenggara. Gagasan ini disampaikannya dalam forum Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ASEAN ke-48 yang digelar di Cebu, Filipina. Apabila negara-negara kawasan menyetujui usulan tersebut, Indonesia akan berperan sebagai negara penyuplai minyak untuk kawasan ASEAN.
“Kita membangun cadangan (penyimpanan minyak) yang cukup besar yang pada akhirnya kemudian ini menyuplai ke negara-negara di Asia Tenggara,” kata Bahlil menambahkan.
Rencana kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari lawatan Bahlil bersama Presiden Prabowo Subianto ke Rusia. Dalam kunjungan tersebut, tercapai kesepakatan awal mengenai pembangunan gudang penyimpanan minyak berkapasitas besar di Indonesia. Proyek ini akan dijalankan dalam jangka panjang dengan skema kerja sama pemerintah ke pemerintah (government to government/G to G) serta kerja sama bisnis ke bisnis (business to business/B to B) yang melibatkan PT Pertamina (Persero).
“Menyangkut dengan storage merupakan bagian daripada kesepakatan yang kemarin kita lakukan,” ungkap Bahlil di Istana Negara Jakarta, Kamis (16/4/2026).
Lebih lanjut, Bahlil menyebutkan bahwa lokasi pembangunan gudang penyimpanan minyak tersebut direncanakan berada di Pulau Sumatra. Saat ini proyek masih dalam tahap penyusunan studi kelayakan yang ditargetkan rampung pada tahun ini, sebelum akhirnya memasuki tahap konstruksi. “FS lagi berjalan, dan ditargetkan di tahun ini pembangunannya sudah mulai dilakukan. Jangan tanya saya bulan apa ya, lokasinya di daerah Sumatra. Sumatranya pun jangan tanya saya di kabupaten apa,” tambah Bahlil.
Artikel Terkait
Kejagung Tetapkan Anggota Ombudsman Yeka Hendra Tersangka Obstruction of Justice Kasus Korupsi CPO
Produksi Minyak PHE Tertekan Geopolitik Timur Tengah dan Gangguan Teknis di Blok Rokan
Kejagung Bongkar Peran Eks Anggota Ombudsman dalam Manipulasi Laporan demi Ganggu Penyidikan Korupsi CPO
Produksi Minyak dan Gas Bumi PHE 2025 Turun Tipis Jadi 1,03 Juta BOEPD, Tertekan Penuaan Sumur