Polri Ajak Masyarakat Perkuat Kesadaran Ekologis Hadapi Ancaman Karhutla Akibat Super El Nino 2026

- Minggu, 10 Mei 2026 | 19:40 WIB
Polri Ajak Masyarakat Perkuat Kesadaran Ekologis Hadapi Ancaman Karhutla Akibat Super El Nino 2026

Fenomena alam Super El Nino diprediksi akan memicu musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Ancaman ini mendorong Kepolisian Republik Indonesia (Polri) untuk mengajak masyarakat memperkuat kesadaran kolektif dalam menghadapi potensi bencana tersebut pada tahun 2026 mendatang.

Imbauan itu disampaikan langsung oleh Polri melalui ajang Riau Bhayangkara Run 2026. Langkah ini merujuk pada informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memperkirakan periode Juni hingga Agustus akan memasuki fase kemarau. Fenomena Super El Nino disebut berpotensi meningkatkan ancaman karhutla, khususnya di Provinsi Riau.

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Riau, Irjen Herry Heryawan, menegaskan bahwa Riau Bhayangkara Run bukan sekadar agenda olahraga tahunan. Menurutnya, kegiatan ini menjadi momentum untuk membangun solidaritas masyarakat sekaligus memperkuat kesadaran ekologis.

“Oleh karena itu, dalam menyongsong Hari Bhayangkara ke-80, Polri mengajak seluruh masyarakat menyiapkan kesadaran ekologis. Kita harus bersama-sama menjaga alam, menjaga lingkungan, dan memastikan keberlanjutannya bagi anak cucu kita di masa depan,” ujar Herry, Minggu (10/5/2026).

Dia juga mendorong seluruh elemen masyarakat untuk aktif memberikan edukasi tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, mitigasi bencana perlu diperkuat melalui keterlibatan semua lapisan masyarakat.

“Saya tegaskan bahwa bumi ini hanya satu dan kita wajib menjaganya demi keberlanjutan bersama,” kata dia.

Herry menilai olahraga dapat menjadi medium efektif untuk menyatukan masyarakat sekaligus menyampaikan pesan-pesan penting terkait lingkungan, kesehatan, dan masa depan generasi muda. “Melalui Riau Bhayangkara Run, kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan antara polisi dan masyarakat. Ini bukan hanya tentang berlari, tetapi tentang bagaimana kita bergerak bersama menjaga Riau,” katanya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Riau Bhayangkara Run 2026, Kombes Daniel Widya Mucharam, menjelaskan bahwa event lari ini lahir dari semangat membangun kedekatan Polri dengan masyarakat melalui kegiatan yang sehat, positif, dan berdampak. Menurut Daniel, Provinsi Riau memiliki sejumlah isu strategis yang menjadi perhatian bersama, mulai dari karhutla, ancaman penyalahgunaan narkoba, hingga pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan satwa khas daerah seperti gajah Sumatera.

“Karena itu melalui Riau Bhayangkara Run 2026, kami ingin menghadirkan sebuah kegiatan yang bukan hanya sehat secara fisik, tetapi juga memiliki nilai sosial,” ujarnya.

Riau Bhayangkara Run 2026 mengusung tagline “Run With Purpose, Move Forward With Riau.” Ajang lari ini akan menghadirkan tiga kategori utama, yakni Half Marathon 21K nasional dan internasional, 10K, serta 5K. Start dan finish akan dipusatkan di Mapolda Riau.

Editor: Bayu Santoso

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar