Israel Batasi Akses Jamaah Palestina ke Masjid Al-Aqsa di Jumat Pertama Ramadhan

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 11:20 WIB
Israel Batasi Akses Jamaah Palestina ke Masjid Al-Aqsa di Jumat Pertama Ramadhan

MURIANETWORK.COM - Otoritas Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap akses jamaah Palestina ke Masjid Al-Aqsa pada Jumat (20/2/2026), yang merupakan Jumat pertama di bulan suci Ramadhan. Kebijakan ini membatasi jumlah jamaah dari Tepi Barat yang dapat memasuki kompleks masjid, hanya mengizinkan sekitar 10.000 orang, dan menyebabkan ratusan lainnya yang telah memiliki izin resmi terpaksa diputar balik di pos-pos pemeriksaan sekitar Yerusalem.

Kemacetan dan Kekecewaan di Pos Pemeriksaan

Sejak sebelum MURIANETWORK.COM, ratusan warga Palestina telah memadati titik-titik pemeriksaan seperti Qalandiya, berharap dapat melaksanakan salat Jumat di tempat suci tersebut. Suasana harapan itu berubah menjadi kekecewaan dan kemacetan panjang ketika pasukan keamanan Israel, yang diperkuat dengan pengerahan personel dan komandan senior, mulai menolak masuk mereka. Padahal, banyak di antara jamaah tersebut telah mengantongi izin masuk yang sah.

Menurut laporan dari lapangan, ribuan orang masih terdampar di pos pemeriksaan Qalandiya setelah kuota yang ditetapkan Israel terpenuhi.

Latar Belakang Peningkatan Ketegangan

Pembatasan yang diperketat ini tidak muncul tiba-tiba. Langkah ini merupakan bagian dari peningkatan kewaspadaan keamanan Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur yang dimulai sejak awal Ramadhan, beriringan dengan ketegangan yang memanas akibat perang di Gaza. Situasi keamanan di wilayah pendudukan memang tercatat semakin rumit dalam beberapa bulan terakhir.

Kelompok-kelompok pemantau hak asasi manusia mencatat eskalasi lain di luar pembatasan akses. Mereka melaporkan peningkatan aktivitas penangkapan dan perintah pengusiran terhadap warga Palestina di Yerusalem Timur. Di saat yang sama, kekerasan, ekspansi permukiman ilegal, dan operasi militer di Tepi Barat juga mengalami intensifikasi sejak konflik Gaza meletus pada Oktober 2023.

Sengketa Status Yerusalem yang Tak Kunjung Reda

Inti dari ketegangan berulang setiap Ramadhan ini adalah sengketa status Yerusalem yang belum terselesaikan. Bagi masyarakat Palestina, Yerusalem Timur adalah jantung dari ibu kota negara masa depan mereka. Sementara Israel mengklaim seluruh kota Yerusalem sebagai ibu kotanya yang tak terbagi. Perbedaan pandangan mendasar ini menjadikan Masjid Al-Aqsa sebuah situs yang sangat disucikan dalam Islam sebagai episentrum konflik politik dan keagamaan yang rawan.

Dengan demikian, setiap kebijakan yang mengatur akses ke tempat suci tersebut bukan hanya soal keamanan semata, tetapi juga menyentuh sensitivitas historis, politik, dan keyakinan yang mendalam dari kedua belah pihak.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar