Program Angkutan Motor Gratis atau Motis dari KAI ternyata diserbu pemudik. Per 5 Januari 2026, sudah 5.334 unit motor yang diangkut, dengan total penumpang mencapai 21.213 orang. Angka ini melonjak drastis.
Kalau dibandingin dengan realisasi Motis Nataru tahun sebelumnya yang cuma 1.868 unit, kenaikannya fantastis: 286 persen. Pencapaian ini nggak cuma angka di kertas, tapi bener-bener terasa di lapangan.
Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyebut peningkatan ini sebagai cerminan kepercayaan masyarakat.
"Peningkatan ini mencerminkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap program yang dijalankan secara kolaboratif oleh KAI dan Kementerian Perhubungan," ujarnya, Selasa (6/1/2026).
Nggak cuma Motis yang ramai. Secara keseluruhan, KAI kebanjiran penumpang selama masa Nataru. Mereka berhasil melayani 4,18 juta pelanggan naik lebih dari 12 persen dari periode liburan tahun sebelumnya. Padahal, arus penumpang saat liburan panjang itu luar biasa padatnya.
Yang patut diacungi jempol, kinerja operasional mereka tetap solid di tengah kepadatan itu. Ketepatan waktu keberangkatan nyaris sempurna, 99,68 persen. Sementara ketepatan kedatangan di stasiun tujuan terjaga di angka 96,13 persen. Konsistensi ini yang bikin pelanggan makin percaya.
Anne Purba juga menyampaikan apresiasi.
“Terima kasih kepada seluruh pelanggan dan stakeholder yang telah mempercayakan perjalanan libur akhir tahun kepada KAI. Kami terus memperkuat layanan digital dan operasional agar perjalanan kereta api semakin andal, aman, nyaman, serta mendukung transportasi yang ramah lingkungan,” ujarnya.
Ke depan, komitmen KAI jelas: terus berbenah. Mereka bakal fokus pada penguatan layanan berbasis teknologi dan peningkatan kualitas operasional. Tujuannya satu, memperkuat peran kereta api sebagai tulang punggung transportasi publik yang mendukung mobilitas dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.
Program Motis sendiri berlangsung dari 23 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026. Pendaftarannya dibuka sejak awal Desember dan diminati 5.923 pelanggan. Program ini jadi solusi cerdas; bikin perjalanan pemudik lebih aman dan sekaligus mengurangi kemacetan di jalan raya.
Layanannya melalui dua lintas utama. Lintas Utara melayani rute dari Kampung Bandan di Jakarta hingga Semarang Tawang. Sementara Lintas Tengah menyambungkan ibu kota sampai Purwosari, Solo. Rute-rute ini memang jadi jalur mudik paling vital di Pulau Jawa.
Secara umum, dari 18 Desember hingga 4 Januari lalu, KAI memastikan layanan transportasi rel berjalan tertib. Semua ini sejalan dengan upaya DJKA Kemenhub dalam menjaga kelancaran arus mudik nasional. Program Motis, dengan respons luar biasa dari masyarakat, membuktikan bahwa alternatif transportasi yang baik pasti akan ditemukan.
Artikel Terkait
Kebijakan Tarif Baru Trump Berpotensi Hadapi Gugatan Hukum
Indonesia Minta AS Pertahankan Tarif Nol Persen untuk Ekspor Unggulan
Presiden Prabowo Umumkan Kesepakatan Dagang Indonesia-AS di Washington
Indonesia Minta Tarif Nol Persen untuk Ekspor Unggulan Tetap Berlaku di Tengah Kebijakan AS