Trump Desak Maduro Turun, Ancaman Perang Venezuela Makin Nyata

- Selasa, 23 Desember 2025 | 14:25 WIB
Trump Desak Maduro Turun, Ancaman Perang Venezuela Makin Nyata

Ketegangan antara Amerika Serikat dan Venezuela kembali memanas. Presiden AS Donald Trump secara terbuka mendesak Nicolas Maduro untuk mundur dari kursi kepresidenannya. Desakan ini bukan kali pertama, tapi kali ini disampaikan dengan nada yang lebih keras dan langsung.

Menurut laporan Xinhua, Selasa (23/12/2025), hubungan kedua negara memang sudah memburuk dalam setahun terakhir. Trump tak segan mengerahkan armada laut AS untuk mengawasi perairan Venezuela. Alasan resminya adalah memerangi penyelundupan narkoba. Namun, Maduro punya tafsir lain. Ia meyakini langkah Washington itu adalah bagian dari upaya menggulingkan pemerintahannya yang sah.

Belakangan, tekanan AS makin menjadi. Trump memblokade perairan Venezuela dan bahkan menyita kapal tanker yang mengangkut minyak mentah dari negara Amerika Latin itu. Tindakan ini jelas memukul perekonomian Caracas yang sudah terpuruk.

Ketika ditanya wartawan di Mar-a-Lago, Florida, apakah tujuannya memang memaksa Maduro turun, Trump menjawab dengan gaya khasnya.

"Yah, saya pikir mungkin begitu. Itu terserah dia apa yang ingin dia lakukan. Saya pikir akan bijaksana baginya untuk melakukan itu," ucap Trump.

Ia lalu menambahkan ancaman yang samar namun terasa mengerikan, "Jika dia bersikap keras, itu akan menjadi terakhir kalinya dia bisa bersikap keras."

Pernyataan itu seolah mengonfirmasi kecurigaan banyak pihak. Di sisi lain, sikap keras Maduro memang punya alasan. Pemerintahannya selama ini berseberangan dengan kepentingan Barat. Sebagai gantinya, Venezuela menjalin hubungan erat dengan China, Rusia, dan Iran negara-negara yang juga sering bersitegang dengan Washington.

Ancaman konflik terbuka pun mulai terdengar. Dalam sebuah wawancara dengan NBC News pekan lalu, Trump sendiri mengaku tidak menutup kemungkinan terjadinya perang dengan Venezuela. Situasinya makin runyam, dan dunia hanya bisa menunggu langkah selanjutnya dari kedua pemimpin yang sama-sama keras kepala ini.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar