VinFast, produsen mobil listrik Vietnam, ternyata serius betul dengan ekspansinya di Indonesia. Setelah meresmikan pabrik barunya di Subang, Jawa Barat, perusahaan itu mengumumkan rencana investasi jangka panjang yang cukup ambisius. Nilainya? Bisa mencapai satu miliar dolar AS, atau kalau dirupiahkan, sekitar Rp 16,66 triliun.
Pabrik yang baru diresmikan itu sendiri punya cerita. Kapasitas awalnya 50 ribu unit per tahun. Tapi itu baru permulaan. Menurut CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, mereka akan menambah investasi secara bertahap.
"VinFast akan terus meningkatkan investasinya hingga USD1 miliar, dengan target peningkatan kapasitas produksi menjadi 350 ribu unit per tahun," ujarnya, seperti dilansir Reuters, Senin lalu.
Hingga saat ini, nilai investasi yang sudah ditanamkan VinFast di Indonesia mencapai Rp5 triliun. Pabrik di Subang itu sendiri sudah mulai uji coba produksi. Kalau semua berjalan sesuai rencana, operasi penuh diperkirakan bakal berjalan pada kuartal pertama tahun depan.
Lalu, mau dijual ke mana mobil-mobil listrik hasil produksi Subang ini? Fokus awalnya jelas pasar dalam negeri. Tapi jangan salah, ekspor sudah ada di dalam peta jalan mereka sejak awal.
Pham Sanh Chau, Kepala Eksekutif VinFast Asia, menjelaskan strategi mereka. Setelah kebutuhan domestik terpenuhi, langkah berikutnya adalah mengekspor ke negara-negara tetangga yang menggunakan setir kanan.
"Ketika kami memilih Indonesia sebagai basis manufaktur, ekspor ke luar Indonesia selalu menjadi bagian dari rencana kami,” tegasnya.
“Setelah permintaan domestik terpenuhi secara memadai, kami berniat mengekspor ke pasar setir kanan di kawasan ini. Secara praktis, hampir semua negara setir kanan di Asia Tenggara bisa menjadi tujuan potensial," tambah Pham.
Untuk memulai semua itu, pabrik di Subang akan berkonsentrasi memproduksi VF3, sebuah SUV listrik mini. VinFast percaya, model inilah yang nantinya bakal menjadi andalan penjualan mereka, baik di Indonesia maupun di kawasan regional.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun