Di tengah upaya penanganan darurat bencana, PT Pertamina (Persero) baru saja mengirimkan bantuan yang cukup vital ke Aceh Tamiang. Mereka menyalurkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) untuk posko-posko penanganan bencana di wilayah tersebut. Bantuan ini diharapkan bisa jadi solusi penerangan yang lebih stabil.
Rincian bantuannya sendiri terdiri dari tujuh paket PLTS lengkap. Masing-masing paket dilengkapi panel surya 590 Wp, inverter 1.000 Wp, plus baterai berkapasitas 2.000 Wh. Tak cuma itu, Pertamina juga menyertakan tujuh paket lampu LED tenaga surya berdaya 40 watt. Lampu-lampu ini diklaim bisa menyala hingga delapan jam per hari.
Melalui unggahan di Instagram resminya pada Minggu (14/12), Pertamina menyampaikan harapannya.
"Kehadiran PLTS ini diharapkan dapat menyediakan sumber energi yang andal dan berkelanjutan untuk menunjang berbagai kebutuhan penting di lokasi pengungsian,"
Dan nyatanya, energi dari panel surya itu sudah langsung bekerja. Saat ini listriknya menopang empat sektor krusial: operasional dapur umum, penerangan di tenda-tenda pengungsi, penerangan untuk instalasi pengolahan air (WTP), dan tentu saja, operasional harian posko bencana itu sendiri.
Namun begitu, bantuan Pertamina ternyata tidak berhenti di Aceh. Perusahaan pelat merah ini juga mengalihkan perhatian ke Sumatera Barat yang sedang berjuang pulih. Untuk daerah itu, disalurkan lima paket PLTS dengan spesifikasi serupa. Rencananya, kelima unit itu akan dipasang pada Senin (15/12/2025) di beberapa wilayah terisolasi.
Di sisi lain, ada juga bantuan untuk Sibolga. Tiga paket PLTS dengan perlengkapan yang sama sedang dalam perjalanan. Menurut informasi, pengirimannya masih dilakukan via jalur darat dan saat ini masih dalam proses.
Upaya-upaya semacam ini, meski terlihat teknis, sebenarnya punya dampak sangat manusiawi. Penerangan yang andal di malam hari bisa mengurangi kepanikan, sementara listrik untuk dapur umum memastikan warga yang terdampak masih bisa mendapat makanan hangat. Sedikit cahaya di tengah situasi sulit memang sering kali berarti banyak.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun