JAKARTA - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melakukan perapian terhadap puluhan ribu pohon di ibu kota. Langkah ini diambil sebagai upaya serius untuk menekan angka kejadian pohon tumbang yang kerap terjadi, terutama saat musim hujan dan angin kencang.
“Jadi untuk pohon tumbang, termasuk yang di Jakarta Pusat, sebenarnya saya sudah memerintahkan sudah hampir 65.000 pohon itu dirapihin,” kata Pramono, Minggu (14/12/2025).
Menurutnya, pohon-pohon di Jakarta bisa dikategorikan dalam tiga jenis: tinggi, sedang, dan pendek. Nah, untuk pohon yang sudah menjulang tinggi, penanganannya tidak bisa asal tebang. Ini jadi persoalan tersendiri.
“Problemnya, yang pohon tinggi sekali dan kebanyakan ini sudah puluhan tahun, dan itulah pohon yang kemudian, mohon maaf, mohon maaf banget, nggak boleh diutak-utik,” ucapnya tegas.
Alasannya sederhana tapi penting. Pohon-pohon tinggi berusia puluhan tahun itulah yang menjadi penyumbang utama kerindangan kota. Kalau hilang, wajah Jakarta bisa berubah total.
“Kenapa? Itulah yang menampakkan Jakarta rindang, hijau,” jelasnya.
Di sisi lain, Pramono juga mengakui bahwa perubahan iklim punya andil besar. Anomali cuaca ekstrem belakangan ini bukan cuma terjadi di Indonesia. Italia, Spanyol, sampai Thailand dan Jepang juga merasakan dampak serupa. Angin kencang yang tak terduga bisa menjatuhkan pohon sekokoh apapun.
Namun begitu, dia enggan sepenuhnya menyalahkan cuaca. Pemerintah Provinsi DKI, dalam penjelasannya, tetap memikul tanggung jawab untuk melakukan mitigasi. Upaya-upaya pencegahan harus terus digenjot agar kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Artikel Terkait
Gubernur Jabar Koordinasikan Hadiah Rp250 Juta untuk Penangkapan Taufik Hidayat dengan Polda
Lonjakan Penumpang Kereta Api di Jakarta Tembus 171 Ribu Orang di Awal Libur Sekolah
KPK Kembalikan Rp153,6 Miliar ke Taspen, Total Pemulihan Aset Korupsi Investasi Fiktif Tembus Rp1 Triliun
Polisi Malaysia Selidiki Anggotanya yang Diduga Hina Warga China ‘Bau’ di Video Viral