Polri terus memperluas jangkauannya di Papua. Kali ini, dengan memulai pembangunan enam unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) baru di berbagai lokasi. Groundbreaking ini menandai langkah konkret untuk membawa layanan kepolisian lebih dekat ke masyarakat.
Secara nasional, targetnya memang ambisius: 1.500 SPPG. Tapi nyatanya, progress sudah berjalan. Hingga saat ini, 1.099 unit berada dalam berbagai tahap, mulai dari yang sudah beroperasi penuh, baru groundbreaking, hingga masih dalam proses pembangunan. Angka ini menunjukkan upaya yang cukup masif.
Di sisi lain, fokusnya tak hanya pada jumlah. Wilayah 3T terluar, terjauh, terpencil di Papua mendapat perhatian khusus. Tujuh SPPG tambahan di kawasan ini sedang dibangun, sebuah upaya untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini punya akses terbatas terhadap layanan negara.
Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan arti penting proyek ini. Baginya, ini lebih dari sekadar mendirikan bangunan fisik.
“SPPG ini bukan sekadar bangunan. Ini investasi besar untuk mempercepat pelayanan kepolisian di Papua. Semakin cepat kita bangun, semakin cepat masyarakat mendapatkan manfaatnya,”
ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (9/12/2025).
Untuk memastikan semua berjalan mulus, Dedi tak segan turun tangan. Dia mengajak langsung Kasatgas MBG Polri Irjen Nurworo Danang untuk meninjau lokasi dan memantau perkembangan pembangunan di lapangan.
“Saya meminta Kasatgas MBG Irjen Nurworo Danang untuk turun langsung memastikan pembangunan SPPG di Papua berjalan lancar. Wilayah 3T harus menjadi prioritas agar masyarakat di daerah terpencil bisa merasakan layanan Polri yang sama dengan wilayah lainnya,”
tegas Dedi.
Pesan yang disampaikan jelas: Papua adalah prioritas utama. Polri berkomitmen memperkuat layanan di wilayah timur Indonesia ini, tidak hanya dengan penambahan fasilitas fisik, tetapi juga lewat inovasi layanan digital di masa mendatang.
“Papua adalah prioritas. Dengan adanya SPPG baru dan proyek yang sedang berjalan, kami ingin masyarakat mendapatkan layanan yang layak, modern, dan mudah dijangkau,”
katanya menambahkan.
Lalu, di mana saja enam SPPG yang baru dimulai pembangunannya itu? Berikut rincian lokasi dan perkiraan penerima manfaatnya:
SPPG Polres Keerom untuk 1.500 penerima manfaat.
SPPG Polres Biak Numfor menargetkan 1.000 penerima.
Tiga unit di Merauke: Distrik Semangga, Kurik, dan Ulilin masing-masing melayani 1.500 orang.
Serta SPPG di Jl. Johar Merauke, Kelapa Lima yang punya kapasitas terbesar, yakni 3.230 penerima manfaat.
Sebelum keenam titik baru ini, sebenarnya sudah ada dua SPPG yang lebih dulu beroperasi dan menunjukkan hasil. SPPG Polda Papua telah melayani 1.880 orang, sementara SPPG Polres Jayapura Kota menjangkau lebih banyak lagi, yaitu 2.783 penerima manfaat. Keberadaan mereka menjadi fondasi yang kini coba diperluas ke daerah-daerah lain.
Upaya pemerataan layanan di tanah Papua tampaknya sedang digenjot. Hasilnya? Kita lihat saja nanti.
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun