Bantuan kemanusiaan kembali mengalir ke wilayah Sumatera yang terdampak bencana. Kali ini, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memimpin pengiriman tahap kedua, sebuah bentuk komitmen nyata untuk meringankan beban saudara-saudara kita di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Menurut Sekretaris Jenderal Kemenperin, Eko S A Cahyanto, bantuan ini adalah hasil gotong royong. Sumbernya tak cuma dari keluarga besar kementerian, tapi juga dari para pelaku industri dan pengelola kawasan industri yang turut peduli.
“Ada sekitar 3.763 paket bantuan dengan total berat 19,7 ton yang terdiri dari obat-obatan, makanan siap saji, bahan pokok, susu, kebutuhan sandang, serta alat kebersihan pribadi. Kami berharap seluruh bantuan ini dapat segera disalurkan dan dimanfaatkan oleh saudara-saudara kita di wilayah terdampak,”
Ujarnya di Jakarta, Sabtu (6/12/2025).
Namun begitu, bantuan tak berhenti di paket sembako. Kemenperin juga menyiapkan satu unit mobil rescue dari Mitsubishi untuk operasi tanggap darurat. Mobil ini diharapkan bisa jadi tulang punggung logistik dan evakuasi di lapangan.
Yang menarik, rencana ke depan bahkan lebih progresif. Eko mengemukakan, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sudah menyiapkan pengiriman beberapa unit Starlink mobile.
“Akses komunikasi merupakan kebutuhan mendesak dalam situasi bencana. Dengan adanya dukungan Starlink mobile, kami berharap masyarakat bisa tetap berkomunikasi, mengirimkan kabar keluarga, dan memudahkan koordinasi di lapangan,”
Katanya.
Di sisi lain, situasi di internal Kemenperin sendiri ternyata cukup berat. Mereka mencatat, sekitar 913 pegawai yang bertugas di Banda Aceh, Medan, dan Padang juga ikut terdampak. Mereka tersebar di 10 satuan kerja berbeda.
Meski begitu, solidaritas justru tumbuh dari situasi sulit ini. Eko menegaskan, para pegawai di daerah malah aktif membantu, bukan cuma sesama rekan tapi juga warga sekitar. Sebuah laporan menyebut, sejak hari kedua pascabencana, mereka sudah membentuk dapur umum yang beroperasi lebih dari seminggu.
“Ini adalah inisiatif sosial yang lahir dari solidaritas sesama manusia. Kami sangat mengapresiasi dedikasi dan semangat teman-teman di lapangan,”
Ujar Eko.
Dukungan juga merambah ke sektor pendidikan. Mahasiswa dan siswa vokasi yang keluarganya terdampak, saat ini ditampung di balai diklat dan unit pendidikan milik Kemenperin. Langkah ini diambil agar mereka tetap mendapat perlindungan dan bisa fokus pada pemulihan.
Pada akhirnya, semua upaya ini bermuara pada satu harapan.
“Kita doakan bersama agar saudara-saudara kita yang terdampak bencana ini bisa segera recovery, bencana ini bisa segera dilalui dan mereka semua bisa kembali beraktivitas secara normal,”
Pungkas Eko.
(Dhera Arizona)
Artikel Terkait
Menaker Terbitkan Aturan Baru, Hanya Enam Bidang Pekerjaan yang Boleh Gunakan Sistem Outsourcing
Kementerian Perdagangan Siap Sesuaikan HET Minyakita, Harga di Pasaran Tembus Rp19.000 per Liter
Penataan Jalan HR Rasuna Said Dikebut, Ditargetkan Rampung Sebelum HUT Jakarta 2026
Konflik Timur Tengah Ancam Investasi Raksasa AI Senilai Rp10.800 Triliun