Seorang konten kreator cilik berusia 13 tahun, Angkasa Satria Negara, tewas tenggelam di Kali Cisadane, Tangerang Selatan, pada Sabtu (25/7/2026). Tragedi ini menjadi sorotan setelah ibu korban, Dewi Satya Negara, mengungkap bahwa teman-teman putranya justru menutupi insiden tersebut dan membuang barang bukti.
Angkasa ditemukan meninggal dunia dua hari setelah kejadian, pada Senin (27/7/2026) pagi, setelah tim gabungan BPBD dan Basarnas melakukan pencarian. Sebelumnya, jasad korban berhasil ditemukan di bawah Perumahan Pesona Serpong, Kelurahan Kademangan, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan.
Dewi memutuskan memviralkan kasus ini setelah menemukan sejumlah kejanggalan. Melalui akun TikToknya, @dewisatyanegara88, ia menceritakan bahwa teman-teman Angkasa kompak bungkam dan bahkan berusaha menghilangkan jejak dengan menyembunyikan baju serta sandal korban di tempat yang jauh dari lokasi kejadian.
Peristiwa bermula saat Angkasa berada di rumah sendirian bersama ayah dan adiknya yang masih kecil. Sang ayah sedang tidak enak badan dan beristirahat di kamar. Siang itu, Angkasa pergi tanpa pamit, meninggalkan sepeda, ponsel, dan uang jajannya. Hingga magrib, ia tak kunjung pulang, membuat Dewi yang saat itu sedang mengantar anak keduanya ke acara fashion show mulai khawatir.
Dewi segera mencari tahu keberadaan putranya dari teman-temannya. Ia menemukan pesan WhatsApp di ponsel Angkasa berisi ajakan salat dari seorang teman berinisial A pada pukul 17.21 WIB. Namun, A mengaku tidak tahu dan mengatakan sedang mencari Angkasa. Setelah memeriksa CCTV tetangga, Dewi melihat bahwa sore itu Angkasa pergi bermain bersama tujuh temannya, total delapan orang termasuk korban. Mereka terlihat pulang tanpa Angkasa, dan dari rekaman terlihat gelagat panik.
"Kalian bisa lihat di CCTV itu mereka pulang hanya bertujuh. Dan di situ ada percakapan si A ngomong 'masalahnya posisi dia itu di dalam air. Dia udah enggak bisa nafas'. Artinya anakku emang benar-benar tenggelam," kata Dewi di akun TikToknya.
Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 19.00 WIB, seorang teman Angkasa berinisial R datang ke rumah Dewi bersama ibunya. R mengaku bahwa Angkasa tenggelam di Kali Cisadane pada pukul 15.30 WIB, tetapi ia dilarang oleh teman-temannya untuk mengungkapkan hal tersebut. Mereka telah sepakat menutupi peristiwa ini.
Dewi mengaku tak habis pikir dengan pemikiran anak-anak yang masih berusia SD hingga SMP itu. "Coba kalian fikir bagaimana bisa teman2 korban berfikir sejahat itu?? bisa kalian bayangkan saat anak saya tenggelam, ditinggal begitu saja, tidak berusaha semaksimal mungkin mencari pertolongan dan malah menutupi??" tulisnya.
Kronologi Menurut Saksi
Dari kesaksian teman-teman Angkasa, terungkap bahwa awalnya Angkasa berniat menolong temannya yang terpeleset ke sungai. Namun, karena badannya lebih kecil, ia justru yang jatuh dan tenggelam. "Aku enggak bisa dibilang dia (Angkasa) dijorokin, dia tenggelam sendiri, karena memang enggak ada bukti di situ CCTV di kali. Kita cuma punya bukti saksi, terus temannya cerita si anak yang paling belakang itu si F, katanya dia kepeleset udah hampir jatuh. Angkasa mau nolongin dia, badan Angkasa kan lebih kecil dari dia, si F berhasil selamat, gantian si anakku yang malah tenggelam," kata Dewi.
Saat Angkasa tenggelam, F sempat berusaha menolong, tetapi korban sudah pingsan karena kehabisan napas. "Pas anakku tenggelam, si F berusaha nolongin Angkasa, udah sampai kesundul sama kepala dia. Tapi ternyata anakku udah pingsan, udah kehabisan napas udah berat, akhirnya tenggelam," ungkapnya.
Dewi geram karena teman-teman Angkasa tidak segera meminta bantuan, padahal ada orang mancing dan mencari rumput di sekitar lokasi. "Pertanyaanku kenapa enggak minta pertolongan? kan ada orang mancing, ada orang cari rumput. Kalau mereka mencari pertolongan saat itu juga, walaupun mungkin anakku udah pulang ke pangkuan Allah seenggaknya langsung ditemuin," ujarnya. Namun, teman-teman Angkasa mengaku sudah berusaha meminta tolong, tetapi orang-orang di sana hanya diam. Dewi sulit mempercayai hal itu.
"Mereka bilang katanya udah minta tolong sama yang mancing tapi pada diam aja. Aku sulit mempercayai itu. Malah katanya sesudah dia tenggelam, beberapa saat timbul kelihatan rambutnya, diikuti sama teman-temannya. Malah katanya mereka sepakat anak inisiatif salah satu temannya 'wey enggak usah ngomong sama mami gue takut', mereka mau nutupin," pungkasnya.
Dewi mengaku telah mengikhlaskan kepergian putranya, tetapi ia tetap mengungkap kasus ini demi keadilan. Angkasa dikenal sebagai konten kreator di TikTok yang kerap membagikan ulasan parfum, dengan 34 ribu pengikut. Kini, karier influencer cilik itu harus berakhir tragis.
Artikel Terkait
Siswi SMA Tewas Tertabrak KRL di Jurangmangu, Polisi Selidiki Penyebab
Pemkot Tangsel Gencarkan Edukasi Kesehatan Ibu Hamil demi Generasi Berkualitas
Sejumlah Wilayah Jakarta dan Tangsel Mati Listrik, Warga Terdampak
Polisi Tangkap Tiga Pelaku Ganjal ATM di Tangsel, Sempat Dikejar Warga