Fiktor Harefa, satpam proyek konstruksi MRT di kawasan Bundaran HI yang viral setelah menegur pengemudi Toyota Alphard yang menerobos pelican crossing, memutuskan menolak tawaran pekerjaan dari Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi. Ia mengaku masih nyaman dengan posisinya saat ini sebagai Komandan Regu tim pengamanan di area depan Plaza Indonesia dan Hotel Pullman, Jakarta Pusat.
Fiktor mengungkapkan alasannya setelah sempat menjadi sorotan publik. Insiden bermula ketika ia menegur pengemobil Alphard yang tetap melaju saat lampu merah, namun justru mendapat perlakuan tidak mengenakkan. Meski kasus itu telah diselesaikan secara kekeluargaan, perhatian Dedi Mulyadi tertuju padanya dan menawarkan pekerjaan.
"Saya bilang saya mikir dulu, akhirnya saya tetap di Jakarta saja," ujar Fiktor, dikutip dari Tribun Jakarta. Ia menjelaskan bahwa keluarganya di Bandung, tepatnya di Cimahi, namun orang tuanya masih di kampung halaman di Nias, Sumatera Utara. Setelah setahun menganggur di Ibu Kota, pekerjaan yang dijalaninya sejak April 2026 ini terasa sangat berharga.
"Alasannya ya sudah nyaman di tempat kerja yang ini sebenarnya. Iya sudah cukup nyaman sama orang-orangnya juga, sudah enak sih di sini, mau membereskan yang di sini," katanya. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Dedi Mulyadi: "Saya sangat menghargai ke Pak Dedi juga, terima kasih banyak, sudah mengapresiasi saya juga."
Selain menolak tawaran kerja, Fiktor juga tidak bisa menghadiri panggilan pemeriksaan dari Bid Propam Polda Jawa Barat pada Rabu (29/7/2026) terkait sidang kode etik tiga anggota polisi yang mengintimidasinya. "Oh iya, harusnya hari ini ada panggilan lagi di pemeriksaan Bandung, cuman ya saya juga masih kerja. Saya lagi fokus kerja dulu," jelasnya, dikutip dari Kompas.com. "Kemarin-kemarin kan saya sudah banyak izin, enggak bisa izin lagi apalagi harus ke Bandung, saya mesti fokus kerja."
Artikel Terkait
Survei SMRC: Elektabilitas Prabowo Anjlok, Dedi Mulyadi Unggul Telak
Dedi Mulyadi Usulkan Biaya RS Korban Kejahatan Digratiskan, Singgung HAM
Survei Terbaru: Elektabilitas Dedi Mulyadi Ungguli Prabowo di Berbagai Simulasi Capres
Pemprov Jabar Ambil Alih Teras Cihampelas, Target Bersih Oktober 2026