Kriminolog Kritik Sayembara Rp50 Juta Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Negara Preman

- Senin, 27 Juli 2026 | 07:00 WIB
Kriminolog Kritik Sayembara Rp50 Juta Dedi Mulyadi: Jangan Sampai Jadi Negara Preman

Langkah Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang menggelar sayembara Rp50 juta bagi warga yang berhasil menangkap begal atau perampok menuai kritik dari kalangan akademisi. Kriminolog Universitas Islam Bandung, Prof Nandang Sambas, menilai cara tersebut berpotensi melahirkan praktik premanisme dan justru melanggar hukum.

Menurut Nandang, Indonesia sudah memiliki aparat penegak hukum (APH) yang seharusnya dioptimalkan, bukan malah mendorong warga bertindak sendiri. "Melakukan upaya terobosan (sayembara) boleh saja, kalau sudah ada prosedur hukum dan APH dioptimalkan. Tapi, ketika ingin aman dan tentram, khawatirnya saat disayembarakan justru melanggar hukum," ujarnya, Jumat (24/7/2026).

Nandang menekankan bahwa niat Dedi Mulyadi mungkin baik, tetapi sayembara semacam ini rentan disalahgunakan. "Jangan sampai menjadi negara preman dan jangan melakukan sesuatu cara di luar hukum. Kami yakin niat (KDM) baik di tengah kondisi Bandung yang sedang tak baik-baik saja," ungkapnya.

Ia mengusulkan pendekatan yang lebih elegan, yakni mengoptimalkan peran kepolisian, hakim, pengacara, dan seluruh struktur hukum yang sudah ada. "Semakin tingginya tingkat kerawanan sosial, seperti pembegalan atau tawuran, mesti ada evaluasi. Secara teori, semakin tinggi kejahatan, maka APH belum optimal, sarana prasarana pun belum siap," beber Nandang.

Selain itu, ia mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan penerangan jalan dan memperbaiki kamera CCTV di titik-titik rawan. "Pasang atau perbaiki pula CCTV yang sudah terpasang sebagai langkah antisipasi. Jangan sampai menjadi trauma masyarakat dan menjadi sebuah teror ketakutan," tandasnya.

Sementara itu, Dedi Mulyadi sebelumnya mengaku telah berkoordinasi dengan Kapolda Jawa Barat untuk menempatkan aparat bersenjata di sejumlah titik rawan kejahatan di Bandung Raya. "Selanjutnya saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda Jabar untuk secara teknis dan taktis melakukan pengamanan di seluruh wilayah Bandung Raya dan seluruh wilayah Jawa Barat," ujar Dedi.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags