Shin Tae-yong resmi menangani Persija Jakarta dengan membawa misi besar: mengubah karakter dan mental Macan Kemayoran agar kembali berjaya di kompetisi domestik. Target itu semakin tegas setelah Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, meminta pelatih asal Korea Selatan itu membawa pulang gelar juara Super League 2026/2027.
Bagi Pramono, trofi tersebut bukan sekadar prestasi olahraga, melainkan hadiah istimewa bagi Jakarta yang akan genap berusia 500 tahun. Harapan itu disampaikan setelah Persija menunjuk Shin dengan kontrak tiga musim.
“Terus terang, begitu Shin Tae-yong dipilih, saya punya harapan bahwa Persija di liga tahun ini mudah-mudahan enggak seperti liga yang lalu, juara tiga. Saya ingin merasakan juara liga dan sekaligus adalah kado 500 tahun Jakarta,” ujar Pramono dalam acara kolaborasi Bank Jakarta dan Persija, Minggu (9/8/2026).
Permintaan itu menjadi tantangan pertama bagi Shin. Persija memang memiliki sejarah panjang sebagai salah satu klub besar Indonesia, tetapi untuk kembali menjadi juara, Macan Kemayoran tidak cukup hanya mengandalkan nama besar. Konsistensi, karakter, mental bertanding, serta kemampuan menghadapi tekanan sepanjang musim akan menjadi faktor penentu.
Shin memahami persoalan tersebut. Selama menangani Timnas Indonesia, ia dikenal membangun kedisiplinan, keberanian bermain, dan mental kompetitif pemain. Pendekatan serupa kini akan dibawanya ke level klub. Ia tidak hanya dituntut menyusun strategi, tetapi juga membentuk tim yang haus kemenangan di setiap laga.
Tantangan itu tidak ringan. Super League 2026/2027 diprediksi berlangsung ketat, dengan klub-klub besar yang juga memperkuat skuad. Karena itu, revolusi Shin tidak hanya terjadi di lapangan latihan, melainkan juga membangun budaya baru di dalam tim. Pemain harus berani tampil di bawah tekanan, tidak mudah kehilangan fokus, dan mampu menjaga performa saat menghadapi pertandingan sulit.
Target juara pun diterima Shin secara terbuka. “Mulai dari tadi, memang Bapak Pramono Anung bicara beberapa kali tentang juara. Ya, saya juga datang ke Persija Jakarta untuk juara. Jadi akan memberikan kebahagiaan kepada masyarakat Jakarta,” tegasnya.
Pernyataan itu menunjukkan Shin tidak menjadikan musim ini sebagai periode adaptasi. Gelar juara adalah sasaran utama. Namun, ia sadar target tersebut membutuhkan dukungan semua elemen klub. Shin secara khusus meminta doa dan dukungan dari masyarakat Jakarta serta Jakmania.
“Dengan Bapak Gubernur dan masyarakat Jakarta, klub, plus ada Jakmania, kalau misalnya menjadi satu, pasti Persija Jakarta akan bisa juara. Mohon dukungan yang penuh kepada kami, Persija,” tuturnya.
Aktif Berbenah di Bursa Transfer
Persija menunjukkan keseriusan mengejar target juara melalui aktivitas di bursa transfer. Sejauh ini, Macan Kemayoran telah mendatangkan sejumlah pemain anyar. Empat pemain lokal yang bergabung adalah Nadeo Argawinata, Aqil Savik, Pratama Arhan, dan Victor Dethan. Sementara itu, enam pemain asing direkrut: Kyohei Yoshino, Kerim Memija, Denis Kolinger, Radovan Pankov, Stjepan Loncar, dan Kwon Chang-hoon.
Komposisi itu menunjukkan Persija tidak hanya mengandalkan skuad lama. Shin ingin memiliki kedalaman tim untuk menghadapi kompetisi panjang. Menariknya, aktivitas transfer kemungkinan belum selesai. Shin mengungkapkan masih ada peluang dua hingga tiga pemain baru bergabung sebelum musim dimulai.
“Kemungkinan akan ada dua atau tiga pemain baru lagi yang bergabung dengan kami,” ungkapnya.
Kedatangan pemain baru akan memperkaya pilihan Shin dalam menyusun komposisi tim. Namun, kualitas individu tetap harus disatukan dalam sistem permainan. Di sinilah kemampuan Shin diuji. Memiliki banyak pemain berkualitas tidak otomatis membuat tim menjadi juara. Ia harus menemukan formula terbaik, membangun chemistry, dan memastikan setiap pemain memahami perannya.
TC Thailand Jadi Langkah Awal
Persiapan menuju Super League 2026/2027 juga dilakukan serius. Setelah meraih posisi ketiga pada Piala Presiden 2026, Persija akan menjalani pemusatan latihan di Thailand. Skuad dijadwalkan bertolak pada Senin (10/8/2026) dan menjalani TC hingga 23 Agustus 2026.
Pemusatan latihan itu menjadi kesempatan bagi Shin untuk menerapkan filosofi permainannya secara intensif. Selain meningkatkan kondisi fisik, Persija juga dijadwalkan melakoni sejumlah laga uji coba. Pertandingan itu penting untuk melihat sejauh mana pemain mampu mengaplikasikan instruksi pelatih.
Bagi Persija, musim depan bukan sekadar memperbaiki posisi dari musim sebelumnya. Ada target yang jauh lebih besar. Jakarta akan memasuki usia 500 tahun, sementara Persija pada 2028 genap berusia 100 tahun. Dua momentum itu membuat tuntutan terhadap Shin semakin besar. Pramono ingin gelar Super League menjadi hadiah bagi Jakarta, dan Shin datang dengan tekad yang sama.
Kini, tantangannya adalah mengubah ambisi menjadi performa konsisten selama satu musim penuh. Shin pernah membangun karakter Timnas Indonesia dari proses panjang. Di Persija, ia kembali menghadapi tugas serupa. Bedanya, kali ini targetnya lebih konkret: membawa Macan Kemayoran kembali ke puncak sepak bola Indonesia.
Jika berhasil membangun mental juara, memperkuat chemistry pemain, dan menemukan sistem permainan yang tepat, Persija berpeluang menjadi salah satu kekuatan utama Super League 2026/2027. Namun, semua itu harus dibuktikan di lapangan. Musim baru segera dimulai, dan bagi Shin Tae-yong, revolusi Persija dimulai dari satu hal paling mendasar: membangun tim yang tidak hanya ingin menang, tetapi benar-benar memiliki mental untuk menjadi juara.
Artikel Terkait
Dishub DKI Luncurkan Call Center 1500813, Layanan Derek hingga Kawal Jenazah
Dishub DKI Luncurkan Call Center 1500813, Bisa Derek Mobil hingga Pemandu Jenazah
Pemprov DKI Alihkan Pengelolaan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta pada 2027
Pramono Minta JakPro dan Ancol Koordinasikan Parkir untuk Pengunjung JIS