Hearts Kalah Dramatis dari Aberdeen di Laga Pembuka Liga Skotlandia

- Minggu, 02 Agustus 2026 | 04:01 WIB
Hearts Kalah Dramatis dari Aberdeen di Laga Pembuka Liga Skotlandia

Hearts harus mengakui keunggulan Aberdeen setelah kalah 1-2 di Stadion Pittodrie pada laga pembuka Liga Utama Skotlandia. Sempat unggul lewat gol Oisin McEntee di babak pertama, tim tamu kehilangan kendali di menit-menit akhir dan kebobolan dua gol dalam lima menit.

Lewis Mayo menyamakan kedudukan pada menit ke-90, sebelum Stuart Findlay diganjar kartu merah karena melanggar Toyosi Olusanya di kotak penalti. Kevin Nisbet sukses mengeksekusi penalti pada masa perpanjangan waktu untuk memastikan kemenangan tuan rumah.

Manajer Hearts, Wouter Vrancken, mengaku tidak percaya dengan hasil tersebut. "Kami memegang kendali. Saya pikir ketika melihat kembali pertandingan ini, sungguh tidak percaya kami kalah. Dan fakta bahwa kami sebenarnya tidak memenangkan pertandingan ini," ujarnya.

Vrancken menilai anak asuhnya tampil naik turun di babak pertama dan kurang menguasai bola. Namun, setelah melakukan penyesuaian di ruang ganti, permainan Hearts membaik di babak kedua. "Kami menunjukkan beberapa hal saat jeda dan babak kedua jauh lebih baik di area itu, jadi kami lebih mengontrol pertandingan. Kami lebih banyak menguasai bola, sehingga kami juga bisa mengelola momen-momen mereka. Semuanya berjalan baik, namun pada akhirnya, Anda kebobolan dua gol dalam lima menit. Anda harus klinis," jelasnya.

Pelatih asal Belgia itu juga menyoroti mentalitas timnya yang luntur di menit-menit krusial. "Saya pikir para pemain melakukan banyak pekerjaan baik hingga saat ini, dan hari ini Anda melihat langkah yang mereka buat. Tapi Anda harus menunjukkan mentalitas 'melangkahi mayatku' di momen-momen terakhir ini. Ini juga bagian dari sepak bola, dan kami harus melakukan yang lebih baik dalam hal ini karena kami tidak boleh memberikan pertandingan seperti itu begitu saja," tegas Vrancken.

Kekalahan ini menjadi yang ketiga berturut-turut bagi Vrancken sejak ditunjuk sebagai pelatih kepala pada Juni. Sebelumnya, Hearts juga gagal meraih gelar juara liga musim lalu setelah kalah bersaing dengan Celtic.

Di kubu lawan, manajer Aberdeen, Stephen Robinson, memuji karakter timnya yang mampu bangkit di akhir laga. "Jika Anda ingin menang, melakukannya di menit terakhir akan membuatnya jauh lebih seru," katanya.

Robinson menilai kemenangan ini menunjukkan peningkatan mentalitas dibanding musim lalu. "Apa yang bisa saya katakan secara tegas adalah hal itu tidak akan terjadi tahun lalu. Ketika saya datang, saya pikir kami kurang daya juang, kami kurang keinginan. Namun dengan banyak pemain baru juga, empat bek yang belum pernah bermain bersama sebelumnya – saya pikir mereka luar biasa, keempatnya – kami menunjukkan karakter hebat untuk bangkit melawan Hearts," ungkapnya.

Aberdeen menurunkan delapan pemain baru dalam susunan pemain utama. Meski demikian, Robinson tetap mewaspadai kekuatan Hearts. "Jangan salah, mereka adalah tim yang sangat bagus. Mereka dikalahkan oleh tim Sturm Graz yang sangat bagus, jadi ini adalah hasil yang fantastis bagi kami," ujarnya.

Hearts dijadwalkan langsung mengalihkan fokus untuk menghadapi laga kualifikasi Liga Eropa melawan Benfica pada hari Kamis mendatang.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags