Mantan gelandang Liverpool, Danny Murphy, mendesak manajemen klub untuk melakukan segala cara demi mendatangkan Luis Enrique sebagai manajer anyar jika Arne Slot akhirnya dipecat dari kursi kepelatihan.
Murphy menyuarakan keraguannya bahwa Slot, yang kini tengah berada di bawah tekanan, akan mampu bertahan hingga musim depan. Pelatih asal Belanda itu menuai kritik tajam, tidak hanya dari para pendukung, tetapi juga dari pemainnya sendiri, di tengah performa The Reds yang mengecewakan.
Liverpool mengakhiri musim Liga Premier di peringkat kelima dan hanya mampu lolos ke Liga Champions dengan susah payah. Kegagalan dalam mempertahankan gelar menjadi pemicu utama munculnya seruan agar manajer tersebut segera didepak.
Meskipun demikian, belum ada indikasi dari pihak klub bahwa mereka berencana memecat Slot pada musim panas ini. Sang pelatih bahkan telah berbicara mengenai rencananya untuk musim baru saat berbicara dengan media. Untuk saat ini, posisinya masih aman.
Namun, Murphy meyakini situasi bisa berubah drastis jika Liverpool gagal meraih kemenangan di awal musim. “Jika Slot tidak memulai dengan baik, tekanan akan mulai lagi,” ujar Murphy dalam acara Kick Off di talkSPORT.
Ia menambahkan, “Saya rasa dia tidak punya banyak pengaruh dalam perekrutan pemain. Tapi saya pikir dia akan memiliki pengaruh dalam pemilihan pemain yang masuk. Tetapi jika dia memulai dengan buruk dan mereka berada di posisi kelima atau keenam setelah delapan pertandingan, semuanya sudah berakhir.”
Ketika ditanya apakah ia akan merekomendasikan Xabi Alonso yang sebelumnya dikaitkan dengan Liverpool sebelum bergabung dengan Chelsea sebagai pengganti Slot, Murphy justru menampik gagasan tersebut.
“Saya akan mencoba mengeluarkan banyak uang dan melakukan apa pun yang saya bisa untuk mendapatkan Luis Enrique,” tegasnya.
Murphy kemudian membandingkan gaya bermain Paris Saint-Germain asuhan Enrique dengan era keemasan Liverpool di bawah Jurgen Klopp. “Jika Anda menonton PSG sebagai penggemar Liverpool, Anda akan berpikir, begitulah cara saya ingin kami bermain. Agak mirip dengan tim Jurgen Klopp, bukan begitu, PSG?”
“Dan jika Anda adalah salah satu klub terbesar di dunia, dapatkan yang terbaik,” tandasnya.
Murphy pun mempertanyakan motivasi Enrique untuk bertahan di PSG. “Nah, jika Enrique memenangkan Liga Champions lagi, apa lagi yang bisa dia lakukan? Dia pasti bosan di sana, bermain di liga kelas dua di mana dia menang setiap minggu. Yang dia nantikan hanyalah Liga Champions. Dia pasti menginginkan tantangan yang lebih besar, bukan?”
Enrique telah menangani Paris Saint-Germain selama tiga tahun. Dari 173 pertandingan yang dipimpinnya, ia berhasil meraih 121 kemenangan. Prestasinya di klub tersebut meliputi satu gelar Liga Champions, tiga gelar Ligue 1, dua Piala Prancis, tiga Piala Super Prancis, Piala Super UEFA, dan Piala Interkontinental FIFA.
PSG sendiri masih memiliki satu pertandingan final Liga Champions yang harus dijalani, yakni melawan Arsenal pada hari Sabtu mendatang.
Artikel Terkait
Komdis PSSI Jatuhkan Sanksi Teguran Keras ke Marc Klok, Beckham Putra, dan Tiga Pemain Persija Usai Laga Panas Persib vs Persija
AC Milan Pecat Allegri dan Tiga Petinggi Klub Usai Gagal ke Liga Champions
Hamilton Kalahkan Verstappen di Duel Sengit GP Kanada, Raih Podium Terbaik Bersama Ferrari
Gali Freitas Beri Kode Bertahan di Persebaya, Kontras dengan Rumor Kepergian Pemain Asing Lain