Media Malaysia Tuding Erick Thohir Dalangi Laporan FAM ke FIFA

- Senin, 16 Februari 2026 | 08:40 WIB
Media Malaysia Tuding Erick Thohir Dalangi Laporan FAM ke FIFA

MURIANETWORK.COM - Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dituding oleh sebuah media Malaysia sebagai pihak yang mendalangi pelaporan Asosiasi Sepak Bola Malaysia (FAM) ke FIFA. Tudingan ini muncul menyusul sanksi yang dijatuhkan badan sepak bola dunia terhadap FAM terkait kasus pemalsuan dokumen tujuh pemain naturalisasinya. Erick Thohir sendiri telah membantah keterlibatan serupa di kesempatan sebelumnya.

Latar Belakang Sanksi FIFA terhadap FAM

Persoalan ini berawal dari sanksi resmi FIFA terhadap FAM akibat penggunaan dokumen yang tidak sah untuk menaturalisasi tujuh pemain. Asosiasi sepak bola Malaysia sempat mengajukan banding dan membantah adanya unsur kesengajaan dalam pelanggaran tersebut. Namun, FIFA tetap bersikukuh dengan keputusannya, menjatuhkan hukuman denda dan larangan bermain selama setahun bagi ketujuh pemain. Hukuman itu, dalam perkembangan terbaru, dikabarkan telah ditangguhkan.

Tudingan Media Malaysia dan Sumber Anonim

Setelah sanksi dijatuhkan, sebuah portal berita Malaysia, My News Hub, memuat laporan yang menuding Erick Thohir terlibat. Laporan itu mengutip pernyataan seorang sumber anonim yang mengklaim adanya peran aktif Ketua Umum PSSI dalam proses pengaduan ke FIFA.

"Dia (Erick Thohir) meminta dan mengirim orang untuk mengajukan pengaduan, sementara secara tidak langsung mencari dan mengirimkan dokumen kepada orang-orang di dalam FIFA," ungkap sumber tersebut, seperti dikutip My News Hub pada Minggu (15/2/2026).

Sumber yang sama juga menyebut keterkaitan dengan federasi sepak bola Vietnam. "Vietnam mengajukan pengaduan, tetapi dokumen-dokumen itu berasal dari orang-orang suruhan Erick Thohir," tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan langsung dari Erick Thohir mengenai tudingan terbaru ini. Isu tersebut turut memanaskan atmosfer persepakbolaan di kawasan Asia Tenggara.

Bantahan Tegas Erick Thohir di Masa Lalu

Penting untuk dicatat bahwa ini bukan pertama kalinya isu serupa muncul. Pada September 2025, Erick Thohir telah secara tegas menyangkal dugaan keterlibatan Indonesia dalam polemik dokumen pemain Malaysia. Saat itu, dia menekankan prinsip untuk tidak mencampuri urusan internal federasi negara lain.

“Kita tidak intervensi, tidak ikut campur isu-isu negara lain. Kami sendiri dari Kemenpora atau saya pribadi, kita tentu harus menghargai semua negara di Asia Tenggara ketika ingin olahraganya maju. Kita harus hargai,” jelas Erick dalam pernyataan sebelumnya.

Dia juga menegaskan fokus pemerintahannya adalah pada pembangunan olahraga nasional. “Dan kita tidak ikut campur dengan politik atau kebijakan masing-masing negara. Tapi mohon maaf kalau kami di Indonesia ingin olahraganya maju. Ingin sepak bolanya bagus, ingin bulutangkisnya bagus, pencak silatnya mendunia, olahraga-olahraga kita ingin maju, ya kita harus lakukan itu,” tegasnya.

Dinamika yang Berlanjut

Kasus ini terus menjadi sorotan, menggambarkan dinamika kompleks di balik layar sepak bola regional. Sanksi terhadap FAM dan tudingan yang melibatkan nama pejabat tinggi sepak bola Indonesia telah menarik perhatian luas, menciptakan narasi yang masih perlu ditunggu kejelasan faktanya. Publik kini menanti konfirmasi atau klarifikasi lebih lanjut dari pihak-pihak yang disebutkan.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar