Conte Kecam Kinerja Wasit dan VAR Usai Napoli Tersingkir dari Coppa Italia

- Rabu, 11 Februari 2026 | 13:20 WIB
Conte Kecam Kinerja Wasit dan VAR Usai Napoli Tersingkir dari Coppa Italia

MURIANETWORK.COM - Antonio Conte, pelatih Napoli, menyampaikan kekecewaan dan kritik pedas terhadap performa wasit dan sistem VAR usai timnya tersingkir dari Coppa Italia. Dalam laga perempat final yang berlangsung ketat di Stadio Diego Armando Maradona, Kamis (19/12/2024) waktu setempat, Napoli harus mengakui keunggulan Como melalui drama adu penalti setelah bermain imbang 1-1 dalam waktu normal. Kekalahan ini semakin memperparah musim yang sulit bagi klub asal Kota Napoli, yang kini hanya tersisa kompetisi Serie A untuk diperjuangkan.

Kontroversi Keputusan Wasit Warnai Kekalahan

Laga menghadirkan ketegangan sejak awal. Martin Baturina berhasil membawa Napoli unggul lewat titik penalti, namun keunggulan itu dibalas Antonio Vergara untuk Como di awal babak kedua. Puncak kemarahan Napoli terjadi sekitar menit ke-50, ketika Jacobo Ramon dari Como yang sudah membawa kartu kuning melakukan pelanggaran keras terhadap Rasmus Hojlund di tepi kotak penalti. Banyak yang menilai pelanggaran itu layak diganjar kartu kuning kedua, namun wasit memilih untuk tidak mengeluarkannya. Bahkan, ada pendapat bahwa pelanggaran tersebut sebenarnya pantas mendapatkan kartu merah langsung karena menggagalkan peluang gol yang jelas.

Insiden ini memicu protes keras dari bangku cadangan dan pemain Napoli, menciptakan atmosfer panas yang berlanjut hingga akhir pertandingan.

Conte: "Ini Bukan Musim yang Bagus untuk Wasit dan VAR"

Dalam konferensi pers pasca-pertandingan, Antonio Conte tidak menyembunyikan rasa frustrasinya. Ia secara terbuka mempertanyakan konsistensi dan kualitas pengambilan keputusan di lapangan.

"Ini tentu bukan musim yang bagus untuk wasit dan VAR. Saya berharap mereka bisa menemukan solusi untuk memperbaiki situasi. Faktanya, semua orang mengeluh, pelatih, pemain, dan penggemar. Jadi sepak bola perlu berbenah dan meningkatkan diri. Sama seperti kami berusaha meningkatkan tim, Rocchi juga harus meningkatkan kualitas wasit dan ofisial VAR-nya," tegas Conte dengan nada tinggi.

Mantan pelatih Inter Milan itu menambahkan, "Itu tidak baik untuk sepak bola, itu tidak baik untuk kami."

Krisis Cedera dan Kelelahan Menambah Beban

Di luar kontroversi wasit, Conte juga menyoroti kondisi timnya yang jauh dari ideal. Napoli harus menjalani laga ini dengan beban kelelahan dan daftar pemain cedera yang panjang. Adu penalti yang berlangsung sengit hingga babak sudden death akhirnya dimenangkan Como, setelah eksekusi Romelu Lukaku dan Stanislav Lobotka gagal menemui sasaran.

Meski kalah, Conte tetap memberikan apresiasi atas perjuangan anak asuhnya. Ia menekankan bahwa timnya bertarung dalam kondisi yang tidak seimbang.

"Saya memberi pujian kepada para pemain, karena tentu tidak mudah menghadapi Como yang memiliki skuad lengkap dan sudah beristirahat selama 10 hari," tuturnya, mengakui keunggulan persiapan lawan.

Conte kemudian merinci kesulitan yang dihadapi, "Kami baru saja memainkan pertandingan melawan Genoa tiga hari lalu, yang kami akhiri dengan 10 pemain dan kehilangan satu pemain lagi karena cedera. Scott McTominay sangat penting bagi kami."

Fokus Beralih ke Peringkat Serie A

Kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi ambisi Napoli musim ini. Sebelumnya, mereka sudah lebih dulu tersingkir dari Liga Champions. Coppa Italia, yang sering dianggap sebagai peluang meraih trofi, kini juga telah tertutup.

Dengan demikian, hanya Serie A yang tersisa. Tantangan pun tidak mudah. Napoli saat ini tertinggal sembilan poin dari puncak klasemen, sebuah jarak yang cukup signifikan di tengah persaingan ketat. Tekanan pada Conte dan skuadnya dipastikan akan semakin besar dalam sisa musim ini, di mana mereka harus bangkit dari kekecewaan beruntun dan membuktikan kualitas sebenarnya di liga domestik.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar