Ujian Berat dengan Sepuluh Pemain
Masalah bertambah untuk PSG ketika Achraf Hakimi menerima kartu merah di menit ke-75. Pelanggaran kerasnya membuat timnya harus bertahan dengan sepuluh orang. Strasbourg, tentu saja, mendorong lebih keras, mencari celah untuk memanfaatkan kelebihan pemain.
Di sisi lain, justru dalam tekanan itulah PSG menunjukkan kelasnya. Mereka tak panik. Malah, di menit ke-81, mereka memberikan pukulan telak. Warren Zaïre-Emery mengirimkan umpan matang dari sisi kanan, dan Nuno Mendes yang melesat ke kotak penalti menyundulnya dengan sempurna. Gol itu tercipta bukan dari dominasi, tapi dari efisiensi dan ketenangan yang luar biasa.
Peta Klasemen Berubah
Hasil pertandingan ini langsung mengacak-acak papan atas. PSG kini bercokol di puncak dengan 48 poin, menggeser Lens yang harus puas di posisi kedua dengan selisih dua poin.
Bagi Strasbourg, situasinya kurang mengenakkan. Mereka tertahan di peringkat ketujuh. Pintu ke zona Eropa masih terbuka, sih, tapi kehilangan poin di kandang sendiri jelas sebuah pukulan untuk moral dan perhitungan mereka.
Jadi, ya, skornya tipis: 2-1. Tapi cara PSG meraihnya bertahan di bawah tekanan, tetap efektif saat jumlah pemain berkurang menunjukkan sesuatu yang mendasar. Di gelaran panjang seperti ini, gelar sering kali ditentukan oleh detail kecil dan mental baja di menit-menit paling genting.
Artikel Terkait
Flare Nyasar Lukai Kiper Audero, Suasana Mencekam Hentikan Laga Cremonese
Ubed Juarai Thailand Masters, PBSI Soroti Mental Tangguh di Titik Genting
Mauro Zijlstra Segera Gabung Persija, Kontrak 2,5 Tahun Sudah Menanti
Mauro Zijlstra Buka Suara: Rumor ke Persija Jakarta, Prioritasnya Tetap di Belanda