Ujian Berat dengan Sepuluh Pemain
Masalah bertambah untuk PSG ketika Achraf Hakimi menerima kartu merah di menit ke-75. Pelanggaran kerasnya membuat timnya harus bertahan dengan sepuluh orang. Strasbourg, tentu saja, mendorong lebih keras, mencari celah untuk memanfaatkan kelebihan pemain.
Di sisi lain, justru dalam tekanan itulah PSG menunjukkan kelasnya. Mereka tak panik. Malah, di menit ke-81, mereka memberikan pukulan telak. Warren Zaïre-Emery mengirimkan umpan matang dari sisi kanan, dan Nuno Mendes yang melesat ke kotak penalti menyundulnya dengan sempurna. Gol itu tercipta bukan dari dominasi, tapi dari efisiensi dan ketenangan yang luar biasa.
Peta Klasemen Berubah
Hasil pertandingan ini langsung mengacak-acak papan atas. PSG kini bercokol di puncak dengan 48 poin, menggeser Lens yang harus puas di posisi kedua dengan selisih dua poin.
Bagi Strasbourg, situasinya kurang mengenakkan. Mereka tertahan di peringkat ketujuh. Pintu ke zona Eropa masih terbuka, sih, tapi kehilangan poin di kandang sendiri jelas sebuah pukulan untuk moral dan perhitungan mereka.
Jadi, ya, skornya tipis: 2-1. Tapi cara PSG meraihnya bertahan di bawah tekanan, tetap efektif saat jumlah pemain berkurang menunjukkan sesuatu yang mendasar. Di gelaran panjang seperti ini, gelar sering kali ditentukan oleh detail kecil dan mental baja di menit-menit paling genting.
Artikel Terkait
Persija Juarai Klasemen Penonton Super League 2025/2026
Indonesia Kirim 17 Wakil ke Kejuaraan Asia 2026, Ganda Putra Jadi Sorotan
Frans Putros Dipanggil Timnas Irak untuk Persiapan Play-off Piala Dunia
AFC Jatuhkan Sanksi, Malaysia Kalah WO dan Gagal ke Piala Asia 2027