Namun begitu, gim kedua berjalan lain. Ubed seperti kehilangan ritme di awal. Dia tertatih-tatih dan tertinggal jauh 0-5. Upayanya mengejar sepertinya belum cukup, karena saat masuk interval, ia masih tertinggal 7-11.
Setelah jeda, suasana berubah. Pertandingan berbalik jadi sangat ketat. Keduanya saling kejar, poin demi poin. Sampai-sampai skor sempat tersaji di angka 20-22 yang mencekam. Sayangnya, Panitchaphon Teeraratsakul lebih jitu mencetak dua angka penentu. Ubed pun harus mengakui keunggulan lawan di gim ini dengan skor 20-22.
Ketegangan di ujung gim kedua ternyata terbawa ke penentuan. Gim ketiga langsung diwarnai rally panjang saat skor imbang 6-6. Tapi, fokus Ubed sempat buyar. Ia kembali tertinggal 6-10 dan situasi tampak kritis.
Di sinilah mental juara itu muncul. Dengan tenaga terakhir, Ubed bangkit. Poin demi poin ia raih, sampai akhirnya berhasil menyamakan kedudukan di 15-15. Suasana gedung pun makin mencekam. Dengan sisa energi dan keteguhan hati, Ubed menutup pertandingan dengan kemenangan 21-19. Sebuah final yang benar-benar dikerjakan dengan keringat dan jantung berdebar.
Artikel Terkait
Gol Dibatalkan VAR, Persebaya Cuma Raih Satu Poin di Kandang
Dion Markx Sambut Persaingan Ketat di Lini Belakang Persib
Merah Putih Gempur Bangkok, Sabet Empat Gelar di Thailand Masters
Yuran Fernandes di Ujung Tanduk: Laga Lawan Semen Padang Jadi Penentu Legitimasi Sang Kapten