PSM Makassar Sambut Bomber Baru, Langsung Dihantam Sanksi FIFA

- Sabtu, 31 Januari 2026 | 06:00 WIB
PSM Makassar Sambut Bomber Baru, Langsung Dihantam Sanksi FIFA
PSM Makassar: Harapan Baru, Masalah Lama

MAKASSAR Masalah di PSM Makassar sepertinya tak pernah ada habisnya. Baru saja ada secercah harapan, kabar buruk langsung datang menghantam. Klub kebanggaan Sulawesi Selatan itu kembali dijatuhi sanksi FIFA, larangan transfer untuk tiga periode, gara-gara dugaan tunggakan gaji pemain. Sungguh ironis.

Kejadiannya nyaris berbarengan. Di hari yang sama, Kamis (29/1/2026), PSM dengan semangat memperkenalkan pemain anyarnya. Luka Cumic, striker asal Serbia berusia 24 tahun, resmi dikontrak. Dia dipasang sebagai amunisi baru untuk paruh kedua kompetisi Super League 2025/2026, lengkap dengan nomor punggung 99 yang mencolok.

"I'm Luka Cumic. Ewako," ucapnya singkat saat perkenalan di PSM Makassar Store.

Manajemen jelas berharap besar. Cumic diharapkan bisa mengobati masalah klasik PSM: serangan yang tumpul. Dia juga diproyeksikan sebagai pengganti Abu Kamara, sosok penyerang yang belakangan ini menghilang begitu saja dari radar tim.

Akun media sosial resmi klub pun ramai menyambut. "Selamat datang penyerang baru kami! Luka Cumic. Pemain Serbia itu siap menjadi bagian dari kebangkitan Ramang Roosters di paruh kedua musim ini. Ayo kerja," begitu kira-kira bunyi postingannya.

Tapi euforia itu ternyata sangat singkat.

Masih di hari Kamis yang sama, mata yang jeli melihat nama PSM muncul lagi di daftar hitam FIFA. Situs resmi federasi sepak bola dunia itu mencantumkan sanksi larangan transfer untuk Juku Eja, dengan tanggal efektif persis 29 Januari 2026. Ya, tanggal yang sama persis dengan perkenalan Cumic.

Ini pukulan yang telak. Soalnya, ini bukan kali pertama. Masalah serupa pernah menimpa mereka sebelumnya. Rasanya, luka lama yang belum sembuh benar-benar kembali dirobek.

Dari mana sumber sanksi ini? Semua indikasi mengarah pada tunggakan gaji. Dan nama Abu Kamara mencuat ke permukaan. Penyerang asal Liberia itu sudah lama tak terlihat, baik di lapangan latihan maupun di bangku cadangan. Kepergiannya yang misterius ini jadi titik awal dugaan kuat.

Hilangnya Kamara memang meninggalkan banyak tanda tanya. Kabar burung bilang dia sudah hengkang, tapi status kontraknya sendiri tak pernah jelas. Situasi ini cuma mempertegas satu hal: konflik internal soal hak-hak pemain di klub ini ternyata belum beres. Dan akhirnya, FIFA yang turun tangan.

Lalu, bagaimana nasib Luka Cumic sekarang? Inilah yang jadi pertanyaan besar. Meski sudah dipamerkan dengan meriah, statusnya tiba-tiba jadi tidak pasti. Sanksi larangan transfer itu bisa menghalangi PSM mendaftarkannya ke liga. Debutnya melawan Semen Padang pun jadi diragukan. Bisa-bisa, transfer ini malah jadi blunder yang memalukan.

Pada akhirnya, semua ini menunjukkan satu fakta pahit. Krisis di PSM bukan cuma soal permainan buruk di lapangan hijau. Lebih dalam dari itu, ada persoalan tata kelola dan komitmen menunaikan kewajiban. Di saat tim seharusnya fokus membenahi performa, mereka malah harus berjibaku lagi dengan urusan administratif yang berulang.

Prahara di Makassar jelas belum usai. Dan Luka Cumic, sang harapan baru, justru datang di tengah badai yang sekali lagi menerpa.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler