Duka di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Kolaps di Pinggir Lapangan

- Minggu, 18 Januari 2026 | 19:55 WIB
Duka di Gajayana: Asisten Pelatih Arema FC Wafat Usai Kolaps di Pinggir Lapangan

MALANG – Suasana hangat pertandingan persahabatan di Stadion Gajayana, Minggu (18/1), berubah jadi mencekam dalam sekejap. Kuncoro, asisten pelatih Arema FC, tiba-tiba ambruk di pinggir lapangan. Ia kolaps. Kejadian itu langsung memicu kepanikan di antara para pemain dan ofisial yang ada di sekitarnya.

Pertolongan pertama pun segera dilakukan. Tim medis yang bertugas langsung berlari menghampiri, memberikan bantuan darurat di tempat kejadian sebelum akhirnya Kuncoro dievakuasi keluar lapangan. Sayangnya, kondisinya terlihat sangat serius. Dengan sigap, ambulans kemudian membawanya ke Rumah Sakit Saiful Anwar untuk penanganan lebih lanjut.

Namun begitu, segala upaya medis di rumah sakit ternyata tak membuahkan hasil. Perawatan intensif diberikan, tapi kondisi Kuncoro tak kunjung membaik. Ia akhirnya menghembuskan napas terakhir, meninggalkan duka yang dalam bagi keluarga dan komunitas sepak bola.

Kabar duka ini kemudian dikonfirmasi secara resmi oleh manajemen Arema FC lewat sebuah pernyataan di akun media sosial klub.

“Innalillahi wa inna ilaihi raji'un. Keluarga besar Arema FC turut berduka sedalam-dalamnya atas berpulangnya Abah Kuncoro, asisten pelatih Arema FC,” bunyi pernyataan itu.

Klub juga menyampaikan doa yang tulus untuk almarhum.

“Semoga Allah SWT mengampuni segala dosa beliau, menerima seluruh amal ibadahnya, melapangkan kuburnya, serta menempatkannya di tempat terbaik di sisi-Nya. Semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, keikhlasan, dan kekuatan.”

Dalam pernyataannya, Arema FC juga mengenang Kuncoro sebagai sosok yang penuh dedikasi. Seorang yang telah memberikan begitu banyak ilmu dan pengabdiannya, bukan cuma untuk Arema, tapi juga untuk sepak bola tanah air.

“Terima kasih atas dedikasi, ilmu, dan pengabdian yang telah Abah berikan untuk Arema dan sepak bola Indonesia. Doa kami selalu menyertai. Al-Fatihah.”

Kepergiannya jelas sebuah pukulan berat. Bukan cuma untuk skuat Singo Edan, tapi untuk seluruh jagat sepak bola nasional yang kehilangan salah satu anak terbaiknya. Sebuah akhir yang menyedihkan di tengah lapangan hijau yang ia cintai.

Editor: Raditya Aulia

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler