Nasib malang berlanjut. Lexus yang sudah goyah itu menghantam truk pengangkut kedelai yang terparkir ilegal di bahu jalan. Benturannya keras. Sisi mobil terbelah.
Ghami dan Ayodele tewas seketika. Sementara Joshua dan sopirnya selamat dengan luka ringan. Joshua sendiri duduk di kursi belakang, tepat di belakang pengemudi. Bagi petugas penyelamat di lokasi, keselamatannya ibarat “keajaiban”, mengingat hancurnya mobil mereka.
Ironisnya, Joshua dan rombongan baru tiba di Nigeria beberapa jam sebelumnya. Mereka terbang dengan Virgin Atlantic dari London pada hari yang sama.
Seorang petugas bandara, Solomon, masih ingat bertemu mereka.
Sementara itu, sopir truk yang diparkirkan secara ilegal itu kabur. Hilang entah ke mana. Polisi Nigeria kini memburunya.
Jenazah kedua korban, Ghami dan Ayodele, telah diterbangkan dari Lagos via Turkish Airlines menuju Istanbul pada Hari Tahun Baru. Dari sana, akan diteruskan ke London untuk dimakamkan.
Kasus ini menyita perhatian. Bukan cuma di Nigeria, tapi juga di dunia tinju internasional. Keputusan hukum terhadap sopir Anthony Joshua dalam beberapa hari ini akan menjadi penentu arah penyelidikan lebih lanjut sekali pun tak akan mengembalikan nyawa yang sudah pergi.
Artikel Terkait
Pelatih Persebaya Kagumi Atmosfer SUGBK Meski Timnya Dibantai Persija
Timnas Futsal Indonesia Lolos ke Final Piala AFF 2026, Hadapi Thailand
Persebaya Tumbang 0-3 dari Persija, Rachmat Irianto Akui Performa Tim Tak Memuaskan
Timnas Futsal Indonesia Hadapi Thailand di Final ASEAN Futsal Championship 2026