Dampaknya langsung terasa hingga ke meja perencanaan transfer. Antonio Conte, sang pelatih, awalnya berharap kepulangan Lukaku bisa menstabilkan rotasi serangan. Tanpa dia, beban sepenuhnya jatuh di pundak Rasmus Hojlund. Situasi ini memaksa klub untuk mempertimbangkan opsi lain, dan mungkin mengubah prioritas.
Sebelumnya, fokus utama mereka adalah merekrut pemain tengah. Tapi, perkembangan positif dari pemulihan André-Frank Zambo Anguissa sedikit mengubah peta. Ditambah lagi, Napoli sebenarnya punya kedalaman yang lumayan di sektor itu dengan kehadiran Lobotka, McTominay, dan Zieliński.
Di sisi lain, masalahnya tetap ada di anggaran. Napoli tidak sedang dalam posisi untuk berbelanja besar. Opsi yang realistis hanyalah peminjaman atau pertukaran pemain. Keputusan akhirnya sangat bergantung pada perkembangan kondisi Lukaku.
Kalau pemulihannya terus molor, boleh dibilang Napoli hampir tak punya pilihan. Mereka terpaksa harus mencari “asuransi” untuk lini depan. Nama Lorenzo Lucca sempat disebut-sebut dalam pembicaraan internal, tapi belum ada yang konkret.
Untuk saat ini, yang bisa dilakukan Napoli hanyalah menunggu dan memantau. Rehabilitasi Lukaku diawasi ketat. Namun satu hal sudah jelas: keterlambatan ini sekali lagi membuat kepala Antonio Conte pusing di momen yang sangat penting.
Artikel Terkait
Tahun 2026, Kalender Padat Menanti Para Petarung Bulu Tangkis Indonesia
Di Balik Emas Diva Renatta: Lompatan Rekor yang Diukir oleh Cinta Keluarga
Setelah Gagal ke Piala Dunia, Agenda Padat Timnas Indonesia Menanti di 2026
Runner Up MotoGP 2025 Bagi Alex Marquez: Bukan Gelar, Tapi Pembungkam Keraguan