Ducati Akui Ketidakberuntungan Jadi Beban Berat Bagnaia di MotoGP 2025

- Rabu, 31 Desember 2025 | 06:15 WIB
Ducati Akui Ketidakberuntungan Jadi Beban Berat Bagnaia di MotoGP 2025

Musim MotoGP 2025 jelas bukan milik Francesco "Pecco" Bagnaia. Sang juara bertahan itu tampak kehilangan cahayanya, tersisih oleh gemerlap Marc Marquez yang justru merajai podium di tahun debutnya bersama Ducati. Situasi yang cukup mengejutkan, mengingat sebelumnya Pecco adalah tulang punggung tim.

Namun begitu, jalan balap memang tak selalu mulus. Performa Bagnaia sepanjang tahun ini terasa tersendat, jauh dari konsistensi yang dulu ia pertontonkan. Banyak yang menyoroti masalah adaptasi. Motor anyarnya, Desmosedici GP25, rupanya kurang klop dengan gaya balap sang pembalap Italia dibandingkan versi sebelumnya.

Di sisi lain, faktor lain yang disebut ikut berperan adalah hal yang seringkali tak terduga: keberuntungan. Atau tepatnya, ketiadaan keberuntungan itu sendiri. Luigi Dall'Igna, sang bos Ducati Corse, tak menampik hal ini.

"Tim ikut merasakan kesulitan Pecco, yang harus diakui, kurang beruntung," ujar Dall'Igna.

"Terutama di bagian akhir kejuaraan, dia tidak mampu meraih semua hasil yang sebenarnya bisa didapat, bahkan dalam kondisi yang tidak ideal," lanjutnya.

Dia menambahkan, "Tanpa diragukan lagi, segalanya seharusnya bisa berjalan berbeda. Tapi ketika ketidakberuntungan ikut campur, semuanya menjadi jauh lebih sulit, baik bagi tim maupun pembalap."

Statistik musim ini berbicara cukup jelas. Cuma dua kemenangan balapan utama yang berhasil direngkuh Bagnaia: di Amerika Serikat dan Jepang. Hasil itu akhirnya membawa dia terdampar di posisi kelima klasemen akhir. Jauh dari harapan untuk kembali memperebutkan mahkota.

Meski diliputi kekecewaan, Ducati memilih untuk tidak berlarut-larut. Dall'Igna justru melihat musim penuh tantangan ini sebagai sekolah yang keras. Sebuah pelajaran berharga yang pahit rasanya, tapi perlu ditelan.

"Untuk memetik pelajaran berharga, saya yakin situasi seperti ini harus diserap layaknya antibodi," terangnya dengan nada optimis.

Menurutnya, pengalaman pahit ini bisa memicu tekad yang lebih besar. Bahan bakar untuk bangkit kembali.

Fokus kini telah bergeser ke MotoGP 2026. Dengan evaluasi mendalam dan persiapan yang (pasti) lebih matang, Ducati berharap Bagnaia bisa kembali menjadi ancaman serius. Mereka yakin sang pembalap bisa menemukan kembali performa terbaiknya, mengubah lembaran buruk musim ini menjadi pendorong untuk bangkit.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar