Dunia bulu tangkis Thailand punya cerita menarik. Bukan cuma soal Kunlavut Vitidsarn, sang juara dunia dan peraih perak Olimpiade. Ternyata, ada bintang baru yang sedang naik daun: Sarunrak Vitidsarn. Dan dia bukan orang lain, melainkan adik kandung Kunlavut sendiri.
Perlahan, sorotan mulai bergeser. Gadis yang lahir 4 Agustus 2006 ini terpaut lima tahun dari kakaknya mulai menunjukkan tajinya. Sama seperti Kunlavut, dia adalah produk asli dari akademi ternama Banthongyord. Tapi, Sarunrak punya jalannya sendiri.
Jalan itu dibukanya lewat torehan prestasi yang tak main-main. Di tahun 2024 saja, dia sudah menyabet tiga gelar juara internasional: Yonex German Junior, Alpes International U-19 di Prancis, dan Croatia Valamar Junior Open. Gelar di German Junior itu diraihnya dengan perjuangan keras, lewat pertarungan tiga gim yang sengit melawan wakil Korea Selatan, Kim Min Ji.
Sebenarnya, bakatnya sudah terlihat sejak lama. Jauh sebelum itu, tepatnya di 2018, dia sudah menjuarai Singapore Youth International untuk nomor tunggal dan ganda U-13. Lalu di 2022, dia kembali naik podium tertinggi di India International Grand Prix dan Bulgaria Junior International. Rentetan ini membuktikan satu hal: Sarunrak bukan sekadar "adik sang juara". Dia punya kualitas teknik yang mumpuni.
Di sisi lain, tak bisa dipungkiri, hubungannya dengan sang kakak sering jadi perhatian. Momen kebersamaan mereka kerap viral di media sosial. Misalnya, saat Sarunrak menyambut kepulangan Kunlavut dari turnamen besar di Bandara Suvarnabhumi. Parasnya yang imut dan menawan langsung membanjiri kolom komentar dengan pujian, bahkan ada yang menyebutnya "bidadari" baru di lapangan.
Namun begitu, bagi Sarunrak yang akrab disapa Som Kunlavut tetaplah sumber inspirasinya. Dia adalah panutan untuk melangkah lebih jauh ke panggung dunia.
“Dia adalah inspirasiku,” begitu kira-kira perasaan Som tentang kakaknya itu.
Memang, perjalanan untuk menembus 100 besar dunia di tingkat senior masih panjang. Tapi determinasinya terlihat jelas. Dia aktif mengikuti berbagai ajang tantangan internasional. Dukungan penuh dari keluarga dan masyarakat Thailand juga mengalir deras, menjadikannya aset berharga dalam regenerasi bulu tangkis Negeri Gajah Putih.
Dengan usia yang masih sangat muda, masa depannya terbuka lebar. Pintu untuk mengikuti jejak sang kakak menjadi juara dunia ada di depannya. Tinggal bagaimana dia melangkah, satu per satu, menaklukkan setiap tantangan. Dunia tampaknya sedang menunggu.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares