Nasib Indonesia di BWF Finals: Dua Gugur, Tiga Bertarung Nyawa

- Kamis, 18 Desember 2025 | 14:54 WIB
Nasib Indonesia di BWF Finals: Dua Gugur, Tiga Bertarung Nyawa

Hari kedua BWF World Tour Finals di China berlangsung tegang. Untuk para wakil Indonesia, Kamis (18/12) ini jadi hari penentuan nasib di babak grup. Perjuangan mereka tak mudah, dan hasilnya beragam.

Dari lima wakil yang turun hari ini, dua di antaranya sudah harus angkat koper lebih dulu. Putri KW, misalnya, harus mengakui keunggulan Akane Yamaguchi dari Jepang dalam tiga gim sengit. Setelah sempat memberikan perlawanan di gim pertama, ia akhirnya takluk 24-22, 19-21, dan 13-21. Kekalahan ini, ditambah kekalahan sebelumnya dari An Se-young, menutup pintu semifinal baginya di Grup A.

Nasib serupa menimpa pasangan ganda campuran, Jafar Hidayatullah/Felisha Pasaribu. Mereka takluk dari wakil Malaysia, Tan Kian Meng/Lai Pei Jing. Kekalahan ini, usai dikalahkan pasangan China di laga pembuka, membuat perjalanan mereka di turnamen ini berakhir di Grup B.

Namun begitu, masih ada secercah harapan. Sabar Gutama/Reza Pahlevi, meski kalah hari ini dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae, masih punya peluang. Kemenangan mereka di partai pertama atas wakil Malaysia membuat posisi mereka di Grup A ganda putra masih di peringkat kedua sementara.

“Kami akan bertemu ganda China, Wang Chi-Lin/Chiu H.C, besok Jumat (19/12). Kemenangan mutlak dibutuhkan untuk melangkah ke semifinal,” ujar salah satu pelatih tim.

Semuanya masih mungkin. Tapi tantangannya jelas tidak main-main.

Sementara itu, dua wakil Indonesia lainnya baru akan bertanding nanti. Fajar Alfian/Muhammad Fikri, yang di laga pertama dikalahkan Aaron Chia/Soh Wooi Yik, menghadapi situasi krusial. Mereka akan menghadapi pasangan India yang tangguh, Satwiksairaj Rankireddy/Chirag Shetty, hari ini. Lalu besok, giliran pasangan China, Liang Wei Keng/Wang Chang.

Dua kemenangan itu wajib hukumnya jika ingin lolos. Tapi kalau hari ini kalah, dan Aaron Chia/Soh Wooi Yik menang, ya sudah. Fajar/Fikri bisa langsung bersiap pulang.

Di sektor tunggal putra, Jonatan Christie menghadapi tekanan serupa. Kekalahan dari Kunlavut Vitidsarn di partai awal membuat posisinya terjepit. Hari ini, “Jojo” punya tugas berat meladeni Anders Antonsen yang sedang on-fire. Besok, Christo Popov menunggu.

Praktis, Jonatan harus menang di dua laga sisa ini. Kalau tidak, peluang lolosnya bisa sirna. Suasana di camp Indonesia pasti mencekam, tapi semangat bertarung pasti masih menyala. Laga-laga selanjutnya akan jadi penentu: siapa yang pulang, dan siapa yang bertahan.

Editor: Lia Putri

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar

Terpopuler