Banjir besar di Sumatera masih menyisakan duka yang mendalam. Wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat porak-poranda. Di tengah upaya pemulihan, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan keprihatinan mendalamnya. Ia tak hanya berduka, tapi juga mulai memikirkan langkah-langkah konkret untuk membangkitkan semangat warga, khususnya di bidang olahraga.
Menurut Erick, penanganan aset olahraga pascabencana jadi perhatian khusus. Pihaknya siap memberikan bantuan peralatan olahraga buatan dalam negeri untuk daerah-daerah yang terkena dampak.
"Tentu masalah bencana ini pasti kita semua yang hadir untuk berbelasungkawa dengan para korban dan tentu kerja keras yang sedang dilakukan oleh Bapak Presiden dan seluruh kementerian bersama pemerintah daerah untuk recovery daripada situasi untuk tahap awal," ujar Erick kepada para wartawan.
"Saya sudah lapor saya ingin mengajak juga Pak Mendagri dan Pak Menteri UMKM, nanti pascabencana mungkin beberapa bulan depan, kami juga mulai kembali membahagiakan para korban dengan salah satunya kita akan distribusi alat-alat olahraga yang buatan Indonesia."
"Ya kami sedang sisir dana kami buat tahun depan untuk kita bisa bagikan peralatan olahraga di daerah-daerah. Ya kalau infrastruktur nanti Menteri PU bersama pemerintah daerah dan kita bekerja sama itu yang saya bisa sampaikan sepertinya," tambahnya.
Sementara itu, data terbaru dari BNPB sungguh memilukan. Per Kamis (4/12), korban jiwa akibat banjir dan longsor di tiga provinsi itu telah mencapai 776 orang. Angka yang membuat hati miris. Belum lagi 564 orang lainnya yang masih dinyatakan hilang, meninggalkan ketidakpastian yang menyiksa bagi keluarga mereka.
Kerusakan yang terjadi juga sangat luas. Lebih dari 10,4 ribu rumah hancur atau rusak, tersebar di 51 kabupaten dan kota. Bukan hanya tempat tinggal, fasilitas publik pun tak luput dari amukan air dan tanah.
Berikut rincian kerusakan fasilitas umum yang tercatat:
- Fasilitas umum rusak: 354 unit
- Fasilitas kesehatan: 9 unit
- Fasilitas pendidikan: 213 unit
- Gedung/kantor: 100 unit
- Jembatan: 295 unit
- Rumah ibadah: 132 unit
Angka-angka ini menggambarkan betapa beratnya tantangan pemulihan ke depan. Di satu sisi, evakuasi dan bantuan darurat masih terus berjalan. Di sisi lain, rencana untuk membangun kembali, termasuk semangat masyarakat lewat olahraga seperti yang disampaikan Menpora, sudah mulai dirancang.
Artikel Terkait
Persib Bandung Balikkan Keadaan, Kalahkan Bhayangkara 4-2 dan Rebut Puncak Klasemen dari Borneo FC
Tim Uber Indonesia Kalahkan Denmark, Tantang Korea Selatan di Semifinal
Pedrosa Prediksi Duel Bezzecchi vs Marquez di MotoGP 2026, Martin Jadi Kuda Hitam
Bruno Moreira Diuji di Empat Laga Sisa: Kapten Persebaya Harus Buktikan Diri di Tengah Standar Tinggi Bernardo Tavares