Wakapolri Dedi Prasetyo: Puslitbang Polri Jadi Api Perubahan & Motor Reformasi Berbasis Riset

- Rabu, 12 November 2025 | 17:15 WIB
Wakapolri Dedi Prasetyo: Puslitbang Polri Jadi Api Perubahan & Motor Reformasi Berbasis Riset
Wakapolri Tegaskan Puslitbang Polri Harus Hidup dan Jadi Api Perubahan

Wakapolri Tegaskan Puslitbang Polri Harus Hidup dan Jadi Api Perubahan

Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo menegaskan bahwa Pusat Penelitian dan Pengembangan (Puslitbang) Polri harus benar-benar hidup atau urip. Lembaga ini dituntut untuk dinamis dan menjadi penggerak utama perubahan dalam tubuh Polri.

Kunjungan pertama Komjen Dedi Prasetyo setelah pembentukan Komisi Percepatan Reformasi Polri oleh Presiden Prabowo Subianto adalah ke Puslitbang Polri. Hal ini menandakan bahwa fondasi perbaikan Polri harus dimulai dari riset dan kajian ilmiah.

"Alasan mendatangi Puslitbang pertama kali adalah karena kita menginginkan perbaikan Polri tidak hanya berdasarkan persepsi atau tekanan publik semata, tetapi harus melalui riset yang valid dan teruji secara keilmuan," tegas Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo saat berkunjung ke Puslitbang Polri di Bojonggede, Kabupaten Bogor.

Dia menambahkan, "Riset adalah fondasi perubahan. Tanpa data dan ilmu pengetahuan, reformasi hanya akan menjadi slogan kosong. Puslitbang harus bertindak sebagai laboratorium kebijakan dan penunjuk arah perubahan Polri."

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Polri untuk mempercepat transformasi organisasi, dengan fokus pada reformasi yang berbasis bukti, sains, dan penelitian lapangan yang kongkret.

Reformasi Harus Berbasis Data Lapangan

Komjen Dedi Prasetyo menekankan bahwa reformasi sejati tidak lahir dari ruang rapat saja, tetapi dari data dan fakta yang diambil langsung dari lapangan.

"Puslitbang harus hidup, aktif, dan turun ke bawah. Lembaga ini harus hadir di tengah masyarakat, di titik-titik pelayanan, dan di lokasi dimana anggota bertugas. Hasil riset tidak boleh berhenti di laboratorium, tetapi harus menyentuh realitas, mendengar keluhan publik, dan melihat langsung tantangan di lapangan," ujarnya.

Setelah memberikan arahan, Wakapolri langsung melakukan uji petik pelayanan publik di Polsek Tajurhalang, Kabupaten Bogor. Langkah ini menunjukkan bahwa arah reformasi Polri kini bergerak dari konsep menuju implementasi praktis di tingkat pelayanan dasar.

"Dari kunjungan ini kita memahami bagaimana alur pelayanan publik di tingkat dasar beroperasi. Bagaimana laporan diterima, bagaimana pengaduan masyarakat ditindaklanjuti, dan akar permasalahan keluhan. Ternyata masalahnya tidak hanya terletak pada personel, tetapi juga pada alur pelayanan, penganggaran, dan pembagian tugas. Inilah yang harus kita benahi," jelas Dedi.

Puslitbang Sebagai Pengawal Reformasi Berkelanjutan

Ke depan, Puslitbang Polri ditetapkan sebagai lembaga yang akan mengawal reformasi Polri secara berkelanjutan. Setiap kebijakan baru harus melalui tahapan riset, pengujian, dan evaluasi yang ketat agar hasilnya dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

"Perbaikan Polri harus terukur. Harus ada baseline, data, dan indikator yang jelas. Dan semua itu berawal dari kerja Puslitbang," tegas Dedi.

Lebih jauh, Komjen Dedi menggambarkan Puslitbang sebagai 'api perubahan Polri', yaitu sumber energi yang menyalakan semangat transformasi di seluruh jajaran.

"Jika Puslitbang hidup, maka Polri bergerak. Jika Puslitbang menyala, maka reformasi berjalan. Api perubahan ini harus terus dijaga, agar semangat untuk membenahi institusi tidak pernah padam," tegasnya.

Tinjauan Fasilitas dan Komitmen Kapuslitbang

Dalam kunjungannya, Wakapolri juga meninjau langsung sejumlah fasilitas canggih di Puslitbang Polri, termasuk Laboratorium Elektronika, Alpalhankam, Persenjataan, dan Transportasi. Fasilitas ini berperan sebagai sarana pengujian perlengkapan operasional Polri.

Dia menilai bahwa fasilitas Puslitbang sudah sangat maju dan dapat dioptimalkan lebih lanjut untuk mendukung pengujian alat, teknologi, serta kajian ilmiah mengenai pelayanan kepolisian yang berbasis digital dan empati sosial.

Menanggapi arahan tersebut, Kapuslitbang Polri Brigjen Pol. FX. Surya Kumara menyampaikan komitmen penuhnya untuk segera menindaklanjuti perintah Wakapolri.

"Kami akan segera melaksanakan semua perintah dan arahan Wakapolri. Apa yang disampaikan beliau menjadi penyemangat bagi kami untuk terus berkontribusi nyata dalam mengawal perubahan Polri melalui riset berbasis ilmu pengetahuan," ungkap Brigjen Surya.

Kunjungan kerja ini menjadi penanda bahwa reformasi Polri kini dijalankan dengan pendekatan yang ilmiah dan empiris. Peran Puslitbang diperluas tidak hanya sebagai laboratorium alat, tetapi sebagai pusat riset kebijakan publik kepolisian yang menjadi motor penggerak perubahan di semua lini organisasi.

Dengan komitmen memiliki Puslitbang yang hidup, aktif, dan mendengar, Polri bertekad mempercepat reformasi menuju institusi yang presisi, humanis, dan dipercaya oleh seluruh lapisan masyarakat.

"Puslitbang adalah api perubahan Polri. Dari sinilah bara reformasi dijaga agar terus menyala," tutup Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo.

Editor: Agus Setiawan

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar