Mengenai kehadiran petugas Polisi Militer TNI Angkatan Laut (POMAL) yang berjaga di sekolah, pihak SMAN 72 Jakarta menyatakan pemahaman dan dukungan penuh. Keberadaan petugas tersebut dinilai wajar mengingat lokasi sekolah yang berada di dalam Komplek Komando Daerah Maritim (Kodamar), sehingga akses masuk perlu dijaga ketat.
Pada hari-hari sebelumnya, akses masuk ke SMAN 72 Jakarta masih diawasi secara ketat oleh petugas. Setiap orang yang mendekati gerbang sekolah diperiksa. Terlihat juga sejumlah psikolog dari Dinas Kesehatan Pemprov DKI Jakarta keluar dari lokasi sekolah pada siang hari.
Para psikolog yang ditugaskan menegaskan bahwa tidak ada aktivitas siswa di dalam sekolah dan seluruh proses pembelajaran dilakukan secara daring. Salah seorang psikolog pria yang enggan disebutkan identitasnya menyatakan bahwa materi yang diberikan lebih berfokus pada persiapan mental dan kesiapan siswa untuk kembali bersekolah.
Diharapkan dengan langkah-langkah ini, proses pemulihan dapat berjalan optimal dan kegiatan belajar mengajar di SMAN 72 Jakarta dapat kembali normal dalam waktu dekat.
Artikel Terkait
Anggota DPRD Palembang Dukung Pembatasan Akun Medsos untuk Anak di Bawah 16 Tahun
Timnas Indonesia Hadapi Bulgaria di Final FIFA Series 2026 di GBK
TNI AU Gelar Bakti Sosial, Berikan Kaki Palsu Gratis di Yogyakarta
Pengamat: Pembatasan Media Sosial untuk Anak Bisa Tingkatkan Kualitas Pendidikan