Suhu tinggi melanda Kota Belém, Brasil, menjelang pelaksanaan KTT COP30. Menghadapi cuaca ekstrem ini, para peserta konferensi iklim global disarankan untuk tidak mengenakan pakaian bisnis formal selama acara berlangsung.
Konferensi Perubahan Iklim PBB (COP30) akan diselenggarakan di Hangar Centro de Convenções da Amazônia, Belém, pada 10-21 November 2025. Pertemuan puncak para pemimpin dunia akan lebih dulu digelar pada 6-7 November.
Kondisi cuaca di lokasi KTT COP30 tercatat sangat panas dan lembap. Pada Selasa (4/11) siang, suhu di sekitar tempat acara mencapai 32 derajat Celsius, disusul suhu 30 derajat Celsius pada Rabu (5/11).
Sekretariat Perubahan Iklim PBB (UNFCCC) secara resmi menyarankan para peserta untuk mengenakan pakaian smart casual, menggantikan setelan formal, demi kenyamanan selama konferensi. Rekomendasi gaya berpakaian untuk KTT COP30 ini dikeluarkan menyusul tingginya suhu dan kelembapan di Belém.
Tema utama KTT COP30 adalah mempercepat implementasi tujuan Perjanjian Paris, dengan fokus pada mitigasi emisi gas rumah kaca, adaptasi perubahan iklim, serta peningkatan pendanaan iklim untuk negara berkembang.
Konferensi ini juga akan menyoroti pentingnya kota tangguh dalam menghadapi panas ekstrem, transisi energi, keadilan iklim, inklusi masyarakat adat, serta perlindungan hutan dan keanekaragaman hayati Amazon.
Indonesia akan membawa sejumlah agenda penting ke KTT COP30, termasuk mempromosikan potensi karbon berkualitas tinggi dan menunjukkan upaya ketahanan iklim melalui berbagai inisiatif serta teknologi untuk menghadapi perubahan iklim.
Artikel Terkait
BRI Hapus Biaya Transaksi Reksa Dana di BRImo hingga Juni 2026
KBS Hancurkan Pacific Caesar 93-68, Perpanjang Penderitaan Tuan Rumah di IBL
Sekuel The Devil Wears Prada Dijadwalkan Tayang Global April-Mei 2026
Wamenparekraf: Imlek 2026 Momentum Tunjukkan Inklusivitas Indonesia