Reza Pahlavi, putra Shah yang tinggal di AS, menyatakan Sarlak "mengorbankan nyawanya demi kebebasan Iran". Sementara kantor berita Tasnim membantah klaim media oposisi tentang pembunuhan mencurigakan, menyatakan tidak ada kasus hukum terhadap Sarlak.
Ayah Sarlak dalam video media sosial menangis menyatakan "mereka membunuh anakku", namun dalam wawancara televisi pemerintah mendesak publik tidak mempercayai informasi di media sosial. Aktivis hak asasi manusia mencatat peningkatan penindasan di Iran pasca protes nasional dan perang singkat dengan Israel bulan Juni.
Pelapor khusus PBB Mai Sato menyoroti lonjakan eksekusi dan penangkapan massal aktivis di Iran, menyebut agresi eksternal memicu penindasan internal yang lebih dalam.
Artikel Terkait
Pendiri OnlyFans Leonid Radvinsky Meninggal Dunia Setelah Berjuang Melawan Kanker
Netanyahu dan Trump Bahas Kesepakatan Baru Usai Operasi Militer di Iran
Arsenal Kehilangan Lima Pemain Inti untuk Jeda Internasional Akibat Cedera
Revisi UU Pemda 2026 Dinanti Jadi Momentum Perbaiki Hubungan Pusat-Daerah