Presiden Prabowo menegaskan bahwa kebijakan ini memungkinkan petani dan pedagang untuk membawa serta hasil bumi dan komoditas dagangannya tanpa dikenakan biaya tambahan. Penumpang hanya membayar tiket untuk dirinya sendiri, sementara barang bawaannya diangkut secara gratis.
"Jadi dia hanya bayar untuk dirinya. Barang dagangannya dia tidak perlu bayar. Kursinya nyamping," jelas Prabowo di Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (4/11/2025).
Subsidi Pemerintah Sebesar 60%
Pemerintah secara resmi akan memberikan subsidi ongkos sebesar 60% untuk penumpang kereta khusus ini. Hanya 40% dari total ongkos yang menjadi tanggungan pengguna. Kebijakan ini berlaku untuk tiket penumpang, sementara pengangkutan barang tetap gratis.
"Ongkos disubsidi pemerintah 60%. Semuanya. Kalau untuk petani dan pedagang, dianya tetap disubsidi 60%. Barangnya tidak bayar," tegas Presiden.
Kehadiran kereta khusus ini diharapkan dapat meningkatkan mobilitas dan daya saing ekonomi para petani dan pedagang kecil dengan menekan biaya distribusi.
Artikel Terkait
Subaru Sambar 2026 Perbarui Fitur Keselamatan, Pertahankan Desain Ikonik
Petugas Bersihkan Tumpukan Sampah Pasar Kramat Jati, Tapi Hanya Bantuan Darurat
Mayjen (Purn) Soenarko Pimpin Gugatan Warga ke PN Jaksel Soal Penanganan Kasus Ijazah Presiden
IHSG Anjlok 1,74% di Awal Pekan, Sentimen Global Tekan Pasar