Serangan Udara Israel di Lebanon Selatan Tewaskan 2 Warga dan Lukai 7 Lainnya
Israel kembali melancarkan serangan udara ke wilayah Lebanon selatan yang menargetkan posisi kelompok Hizbullah. Serangan terbaru ini dilaporkan menewaskan dua orang dan mengakibatkan tujuh korban luka-luka berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan Lebanon.
Lokasi dan Kronologi Serangan Israel di Lebanon
Serangan udara Israel terjadi di dua lokasi berbeda. Serangan pertama menargetkan kota Doueir di provinsi Nabatiyeh yang mengakibatkan satu orang tewas dan tujuh lainnya terluka. Sementara serangan kedua yang terjadi di Aita al-Shaab juga menewaskan satu orang menurut keterangan resmi Kementerian Kesehatan Lebanon.
Kerusakan Akibat Serangan Drone Israel
Kantor Berita Nasional Lebanon (NNA) melaporkan bahwa pesawat tanpa awak (drone) Israel menargetkan sebuah mobil di Doueir hingga menyebabkan kendaraan tersebut terbakar. Tim pemadam kebakaran setempat berhasil memadamkan api yang membakar mobil tersebut, meskipun lima kendaraan lainnya juga mengalami kerusakan akibat serangan ini.
Serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan pada sebuah pusat perbelanjaan setempat. Para pekerja terlihat membersihkan pecahan kaca dari toko-toko yang rusak akibat dampak ledakan serangan udara Israel.
Eskalasi Konflik Israel-Hizbullah Pasca Gencatan Senjata
Israel terus melakukan serangan ke Lebanon meskipun adanya gencatan senjata pada November 2024 yang bertujuan mengakhiri permusuhan lebih dari setahun dengan Hizbullah. Eskalasi serangan Israel justru meningkat dalam beberapa hari terakhir.
Pada hari Minggu sebelum serangan ini, Menteri Pertahanan Israel Israel Katz mengeluarkan peringatan bahwa Israel akan mengintensifkan serangan terhadap Hizbullah. Katz menuduh Hizbullah "bermain api" dan menyebut kepemimpinan Lebanon lamban dalam merespons situasi.
Respons Lebanon dan Diplomasi Internasional
Presiden Lebanon Joseph Aoun menuduh Israel merespons tawaran negosiasi dengan mengintensifkan serangan udara. Meskipun otoritas Lebanon sebelumnya telah mengadakan pembicaraan tidak langsung dengan Israel, utusan Amerika Serikat Tom Barrack mengungkapkan bahwa AS mendorong dilakukannya negosiasi langsung antara kedua belah pihak.
Konflik antara Israel dan Hizbullah terus berlanjut dengan Hizbullah disebut mengalami pelemahan signifikan selama perang. Amerika Serikat diketahui terus menekan pemerintah Lebanon untuk melucuti senjata kelompok yang didukung Iran tersebut.
Artikel Terkait
Pemprov DKI Jakarta dan PLN Perkuat Ketersediaan Listrik di Kepulauan Seribu
Hasto Kritik Rencana Trump Masukkan Indonesia ke Dewan Perdamaian Gaza
KPK Tangkap Ketua dan Wakil Ketua PN Depok dalam OTT Sengketa Lahan
Sekjen Gerindra Minta Maaf Atas Atribut Partai yang Mengganggu Publik