Tanggul Baswedan Jebol, Rumah Warga di Jati Padang Ambruk Diterjang Banjir

- Sabtu, 01 November 2025 | 18:35 WIB
Tanggul Baswedan Jebol, Rumah Warga di Jati Padang Ambruk Diterjang Banjir

Tanggul Baswedan di Jati Padang, Pasar Minggu, Jakarta Selatan (Jaksel), mengalami kebobolan yang mengakibatkan banjir di kawasan permukiman warga. Akibat tanggul jebol ini, dua tembok rumah warga ambruk karena tekanan air yang tidak tertahan.

Salah satu rumah yang mengalami kerusakan adalah milik Hasan, warga RT 04 RW 06. Hasan menceritakan kejadian saat dirinya tidak berada di rumah dan mendapat kabar ambruknya tembok dari anaknya.

"Saat itu anak saya mengabari, 'Ayah, rumah jebol'. Wah, ya jangan ambruk, saya lihat (gambarnya) wah, batas dapur doang," ujar Hasan kepada wartawan, Sabtu (1/11/2025).

Hasan mengaku sangat kaget menerima kabar tersebut. Dia khawatir rumah yang ditempatinya sejak 2014 itu akan roboh sepenuhnya akibat diterjang banjir.

"Kaget saya, takutnya saya, ini rumah roboh, habis semua kalau roboh. Alhamdulillah, mungkin Allah lindungi, macam ini doang dikasih," tuturnya.

Rumah Hasan memiliki dua lantai sehingga barang-barang berhasil dievakuasi ke lantai atas. Meski demikian, Hasan mengungkapkan ketidakberaniannya untuk tidur di rumah pada malam hari.

Kekhawatiran akan datangnya banjir kembali dan kemungkinan rumah roboh membuatnya memilih mengungsi sementara ke rumah rekannya bersama keluarga.

"Saya mengungsikan ke rumah teman, bawa anak saya. (Kalau malam) pindah. Saya nggak berani tidur, takutnya breg-breg gitu, goyang-goyang, saya ngeri," jelas Hasan.

Pada siang hari, ketika air mulai surut, Hasan kembali ke rumah untuk melihat kondisi dan membersihkan sampah-sampah yang terbawa air. "Siang, iya, air surut, udah, baru ke sini, bersih-bersih lagi," pungkasnya.

Tanggul Baswedan yang dibangun pada 2017 ini bobol pada Kamis (30/10) sore, menyebabkan lima RT di kawasan Jati Padang tergenang dengan ketinggian air mencapai 40 sentimeter.

Hingga Sabtu siang, sisa tanggul yang runtuh masih terlihat di lokasi dengan air yang terus mengalir deras ke permukiman warga. Sebagian besar warga memilih bertahan di rumah sambil menunggu air surut, membersihkan rumah, dan menjemur barang-barang yang basah.

Sementara itu, anak-anak di sekitar lokasi terlihat bermain di genangan air dan bahkan mencari ikan-ikan kecil yang ikut terbawa arus banjir.

Komentar