Cuaca ekstrem dengan curah hujan tinggi sering kali diiringi angin kencang yang meningkatkan risiko pohon tumbang. Ketahui ciri-ciri pohon rawan tumbang berikut ini untuk meningkatkan kewaspadaan dan keselamatan.
4 Ciri-Ciri Pohon Rawan Tumbang Menurut Pemprov DKI Jakarta
Berdasarkan informasi resmi dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berikut adalah tanda-tanda pohon tidak sehat yang berpotensi tumbang:
- Kerusakan Akar dan Zona Akar Terbatas
- Batang Pohon yang Keropos
- Kemiringan Batang Melebihi 30 Derajat
- Bentuk Tajuk yang Tidak Seimbang
Upaya Pencegahan Pohon Tumbang di Jakarta
Data dari Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta mencatat, selama periode Januari hingga Oktober 2025, lebih dari 62.000 pohon telah dipangkas. Selain itu, 5.722 pohon telah menjalani pemeriksaan kesehatan menyeluruh yang mencakup kondisi perakaran, batang, kemiringan, dan tajuk.
Langkah yang Harus Dihindari dan Dilakukan
Jika Anda menemukan pohon yang berpotensi tumbang, hindari tindakan berikut:
- Memotong pohon secara mandiri tanpa melibatkan pihak berwenang.
- Berteduh di bawah pohon saat hujan deras disertai angin kencang dan petir.
Sebagai gantinya, lakukan langkah-langkah ini:
- Hubungi Jakarta Siaga 112 atau laporkan melalui aplikasi JAKI untuk keadaan darurat.
- Manfaatkan program klaim asuransi pohon tumbang yang disediakan.
Cara Klaim Asuransi Pohon Tumbang di Jakarta
Pengajuan klaim santunan asuransi pohon tumbang dapat dilakukan dengan menghubungi Distamhut melalui:
- Email: [email protected]
- Kantor Dinas Pertamanan dan Hutan Kota secara langsung
Besaran santunan yang diberikan mencapai maksimal Rp 50 juta untuk korban meninggal dunia dan maksimal Rp 25 juta untuk kerusakan kendaraan atau bangunan.
Posko penanganan pohon tumbang juga telah disiagakan di seluruh tingkat wilayah, dari kota hingga provinsi.
Penyebab Utama Pohon Tumbang Menurut Peneliti ITS
Pusat Penelitian Mitigasi Kebencanaan dan Perubahan Iklim ITS menyebutkan beberapa faktor penyebab pohon tumbang:
- Usia pohon yang sudah sangat tua dan tidak mampu tumbuh lagi.
- Bagian dalam batang yang keropos akibat serangan rayap dan kekeringan.
- Teknik penanaman awal menggunakan stek, bukan bibit, menyebabkan perkembangan akar ke samping.
- Adanya kemiringan pohon disertai retakan di sekeliling batang.
Pohon yang sudah dalam kondisi rawan tumbang dan membahayakan lingkungan sekitar harus segera ditangani dengan penebangan dan penggantian. Tindakan proaktif ini merupakan bagian penting dari mitigasi bencana untuk meminimalkan risiko akibat angin kencang.
Artikel Terkait
200 Ribu Buruh Diprediksi Padati Monas dalam Perayaan May Day 2026
Bareskrim Gagalkan Peredaran 18 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia, Tiga Tersangka Ditangkap
Kebakaran Apartemen di Tanjung Duren, 110 Personel Damkar Dikerahkan
Pemerintah Percepat Penertiban Perlintasan Sebidang Usai Kecelakaan KA di Bekasi