Truk Mogok Massal di Pantura! Ini Alasan Mengerikan Banjir Semarang-Demak 2025 Disebut Terparah

- Kamis, 30 Oktober 2025 | 16:05 WIB
Truk Mogok Massal di Pantura! Ini Alasan Mengerikan Banjir Semarang-Demak 2025 Disebut Terparah
Banjir Pantura Semarang-Demak 2025: Truk Mogok Massal, Disebut Terparah

Banjir Pantura Semarang-Demak 2025: Truk Mogok Massal, Disebut Terparah

Banjir di Jalan Pantura pada ruas Semarang-Demak dilaporkan mengalami eskalasi yang signifikan pada tahun 2025. Kondisi ini menyebabkan puluhan truk mengalami mogok setelah menerjang genangan air yang dalam.

Kondisi Lapangan: Truk Terparkir dan Diderek

Pantauan di lokasi, tepatnya di Jalan Kaligawe depan RSI Sultan Agung, menunjukkan banyak truk terpaksa terparkir di badan jalan. Sebagian bahkan harus diderek karena tidak dapat melanjutkan perjalanan. Salah seorang sopir, Anton (32), mengonfirmasi bahwa kendaraannya mogok karena mesin kemasukan air.

Penyebab Utama Truk Mogok

Eko (35), sopir lain asal Pati, menjelaskan bahwa penyebab umum truk mogok adalah filter udara yang terendam banjir. Ia menambahkan, banjir di kawasan ini tidak biasa karena tercampur dengan air asin dari fenomena rob. "Truk yang baru melintas seharusnya langsung diservis dan dicuci dengan air tawar," ujarnya.

Kesaksian Sopir: "Tahun Ini Paling Parah"

Baik Eko maupun sopir lain, Didik (54), sepakat bahwa banjir tahun ini adalah yang terparah yang pernah mereka alami. Eko yang telah melintasi jalur ini sejak 2009 menyatakan, "Dulu sempat paling parah di Kudus, tapi tahun ini lebih parah di Semarang." Didik mengaku pernah terjebak macet hingga empat jam untuk menempuh jarak 2-3 kilometer saja.

Ketinggian Banjir dan Dampaknya

Babinsa setempat, Sertu Suliman, mengonfirmasi ketinggian banjir berkisar antara 50 hingga 90 sentimeter. Ketinggian ini terutama menyebabkan truk kecil dengan roda enam atau empat yang sering mogok, sementara truk besar dengan roda delapan masih relatif aman.

Untuk mengantisipasi kerusakan lebih lanjut, beberapa sopir memilih untuk mengambil jalur alternatif melalui kota setelah menerjang banjir, dengan tujuan untuk mengeringkan sistem rem kendaraan mereka.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar