Gempa Dahsyat Guncang Kolombia, 111 Tewas dan Seluruh WNI Dilaporkan Aman

- Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:20 WIB
Gempa Dahsyat Guncang Kolombia, 111 Tewas dan Seluruh WNI Dilaporkan Aman

Gempa berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada Senin (10/8/2026) pagi waktu setempat telah menewaskan sedikitnya 111 orang. Pemerintah Kolombia menetapkan status bencana nasional untuk mempercepat penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah, termasuk ibu kota Bogota.

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan seluruh warga negara Indonesia (WNI) di Kolombia dalam kondisi aman. Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, mengatakan KBRI Bogota telah menjalin komunikasi dengan WNI di berbagai wilayah terdampak dan memantau perkembangan situasi. "Berdasarkan pemantauan KBRI Bogota, seluruh WNI di Kolombia dilaporkan dalam kondisi aman," ujarnya, Selasa (11/8/2026).

KBRI Bogota juga menyiapkan langkah-langkah darurat jika terjadi gempa susulan dan terus berkoordinasi dengan para WNI. Pemerintah Kolombia telah mengaktifkan mekanisme tanggap darurat nasional serta membentuk Pos Komando Terpadu untuk koordinasi penanganan dan penilaian kebutuhan di wilayah terdampak.

Korban Jiwa Terus Bertambah

Presiden Kolombia, Abelardo de la Espriella, mengonfirmasi jumlah korban tewas mencapai 111 orang. Selain itu, 87 orang dilaporkan terluka, 61 bangunan runtuh, dan 1.575 rumah rusak akibat gempa yang berpusat di San José del Palmar, Departemen Chocó, sekitar 280 kilometer di barat Bogota dengan kedalaman 107 kilometer.

"Setidaknya 111 orang tewas akibat gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,4 yang mengguncang Kolombia pada hari ini," kata Abelardo. Guncangan terasa kuat di sejumlah kota besar seperti Bogota, Cali, Medellin, Pereira, Manizales, dan Ibague.

KBRI Bogota mengimbau seluruh WNI untuk tetap waspada, mengikuti arahan otoritas setempat, memantau informasi dari sumber resmi, dan menjaga komunikasi dengan KBRI. Dalam kondisi darurat, WNI dapat menghubungi hotline KBRI Bogota di nomor 57 301 9061706.

Editor: Hendra Wijaya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags